Djapar Ditabrak Mobil Ambulance Hingga Usus Pecah, Keluarga Kebingungan Tanggung Biaya

"Kemarin kata dokter ada masalah pada usus 12 jarinya akibat Kecelakaan itu, kata dokter ususnya itu pecah," ungkapnya

Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferryanto
Bedarek (kanan) ayah Djapar, pengendara sepeda motor yang terlibat kecelakaan dengan mobil ambulance di jalan Khatulistiwa, Kecamatan Pontianak Utara, kota Pontianak saat ditemui di Rumah Sakit Pro Medika, Rabu 19 Oktober 2022. Tribun Pontianak Ferryanto. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Djapar (24) pria yang menjadi korban ditabrak mobil ambulance di jalan Khatulistiwa, Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak pada Minggu 16 Oktober 2022 malam mengalami luka serius pada bagian perutnya dan harus menjalani operasi.

Iwan (20) sepupu korban saat ditemui di RS Pro Medika Pontianak mengungkapkan bahwa saat ini korban Djapar masih dirawat intensif pasca operasi yang dilakukan pada Selasa 18 Oktober 2022.

"Kemarin kata dokter ada masalah pada usus 12 jarinya akibat kecelakaan itu, kata dokter ususnya itu pecah," ungkapnya, Rabu 19 Oktober 2022.

Iwan mengungkapkan saat ini pihak keluarga tengah kebingungan untuk membiayai seluruh pengobatan Djapar.

Satlantas Polresta Pontianak Olah TKP Ulang, Kecelakaan Ambulance Tabrak Pengendara Motor

Hingga saat ini, perkiraan biaya pengobatan akibat Djapar yang ditabrak mobil ambulan tersebut telah mencapai lebih dari 30 juta rupiah.

"Sekarang biayanya sudah sampai 30 juta rupiah, itulah bingung sampai sekarang ini, keluarga tidak ada uang juga," tuturnya.

Bedarek (50) ayah Djapar mengungkapkan bahwa untuk makan sehari - hari saja dirinya pas - Pasan, ia yang hanya berprofesi sebagai petani tidak bingung karena biaya pengobatan putra sudah mencapai puluhan juta.

"Jangankan untuk operasi, saya ini untuk datang kesini ajah pas pasan biayanya," ujarnya.

Bedarek mengatakan dirinya berasal dari Desa Limbur Bernaung, Kecamatan Serawai, kabupaten Sintang dan membutuhkan waktu lebih dari satu hari untuk tiba di kota Pontianak.

Ia menceritakan bahwa Djapar merupakan anak keduanya yang merupakan tulang punggung keluarga, dimana putranya itu kerab mengirim uang dari hasil kerjanya untuk kebutuhan keluarga di kampung.

Namun dengan kecelakaan ini, pihak keluarga sangat kebingungan dengan biaya pengobatan sang putra yang sudah puluhan juta, sementara pihak pengemudi ambulance hingga kini masih belum menunjukkan itikad baik.

Sebelumnya diberitakan, Sebuah ambulance desa dari Kabupaten Mempawah menabrak pengendara sepeda motor pada Minggu 16 Oktober 2022 malam di jalan Khatulistiwa Pontianak.

Dari hasil olah TKP petugas, ambulance yang saat itu sedang membawa pasien datang dari arah luar kota menuju rumah sakit di Kota Pontianak, setibanya di lokasi ambulan mendahului sebuah mobil, bersamaan dari arah berlawanan terdapat Djapar yang mengendarai sepeda motor dan terjadilah kecelakaan tersebut. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved