Lokal Populer

Bantuan Tahap Kedua Bagi Korban Banjir di Ketapang

Bantuan logistik akan dibawa melalui jalur darat dengan lima unit mobil box yang akan didistribusikan ke kecamatan masing-masing

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Maskartini
Proses loading sembako bantuan ke 5 truk yang akan didistribusikan ke 5 kecamatan di Ketapang, Selasa 18 Oktober 2022. (Maskartini). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat (Kalbar) mengirim bantuan untuk korban banjir ke lima kecamatan di Kabupaten Ketapang, Selasa 18 Oktober 2022.

"Lima kecamatan tersebut yakni Kecamatan Simpang Hulu, Sungai Laur, Sandai, Muara Pawan dan Kecamatan Manis mata," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kalbar Suherman, Selasa 18 Oktober 2022.

Masing-masing kecamatan, lanjut Suherman, akan mendapatkan dua ton beras, 200 dus mie instan dan 5 ribu butir telur.

Bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat itu akan diantar langsung oleh dirinya dan Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalbar.

Tutup MTQ se-Desa Kinjil Pesisir Ketapang, Wabup Hadiahkan Umrah ke Satu Diantara Juara

Bantuan logistik akan dibawa melalui jalur darat dengan lima unit mobil box yang akan didistribusikan ke kecamatan masing-masing.

"Ini bantuan tahap ke dua, sebelumnya Pemerintah Provinsi Kalbar juga sudah mengirimkan bantuan ke Kecamatan Jelai Hulu," pungkasnya.

Terseret Arus

Dion, bocah berusia 7 tahun hanyut terseret arus saat hendak memancing di sungai Pawan, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang pada Sabtu 15 Oktober 2022.

Korban sebelumnya hilang saat memancing ikan di Sungai Pawan, dan tim SAR melakukan pencarian selama tiga hari. 

"Korban bernama Dion telah ditemukan oleh tim SAR gabungan pagi ini," Jelas Kepala Kantor SAR Pontianak Yopi Haryadi pada Senin 17 Oktober 2022.

Saat ditemukan oleh tim SAR, Yopi menjelaskan kondisi korban sudah dalam keadaan tak bernyawa.

 "Saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di Sungai Pawan, kemudian tim SAR gabungan mengangkat dan evakuasi jasad korban untuk diserahkan kepada pihak keluarga," terangnya.

Kronologi kejadian
 
Yopi juga menjelaskan kronologi kejadian saat korban hendak memancing ikan di Sungai Pawan. 

"Sabtu lalu 15 Oktober 2022 korban ini pergi memancing saat memancing, tiba-tiba saja pancingan korban  tersangkut, ketika hendak mau mengambil pancingan tersebut korban tercebur di air," katanya.

"Korban juga sempat meminta tolong akan tetapi arus yang deras dengan segera menyeret korban, warga yang hendak menolong juga tidak sempat menyelamatkan korban," tambahnya.

Pada proses pencarian melibatkan unsur terkait seperti Tim Rescue Pos SAR Ketapang, Polsek Suka Bangun, Polairud Ketapang, TNI AL Ketapang, Perangkat Desa Suka Bangun, Keluarga korban dan Masyarakat setempat.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved