Teknik Budidaya dan Manfaat Timun Suri Agar dapat Hasil Maksimal, Lakukan Langkah-langkah ini!

Buah timun suri yang setengah masak biasanya dijual secara musiman pada bulan Ramadan. Daging buah merupakan komponen minuman penyegar untuk berbuka.

Tribunnews
Timun Suri-Berikut ini cara menanam timun suri agar mendapatkan hasil yang maksimal, langkah-langkah yang dilakukan mulai dari penanaman, perawatan dan pengendalian hama sangat menentukan untuk keberhasilan penanaman timun suri. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Berbeda dengan mentimun biasa yang biasanya dikonsumsi untuk sayuran timun suri adalah salah satu tanaman buah yang termasuk dalam suku labu-labuan (Cucurbitaceae).

Buah timun suri yang setengah masak biasanya dijual secara musiman pada bulan Ramadan. Daging buah merupakan komponen minuman penyegar untuk berbuka puasa.

Tanaman timun suri mengandung kalium yang cukup tinggi, sehingga bermanfaat untuk menjaga kesegaran tubuh. timun suri memiliki bentuk memanjang seperti mentimun namun bentuk daun dan ukuran bijinya lebih menyerupai blewah atau melon.

Untuk bisa memanen buah timun suri, harus mengetahui cara terbaik untuk memulai teknik budidaya sehingga akan mendapatkan hasil panen yang sempurna.

Cara Menanam Timun yang Benar? Perhatikan 5 Hal Ini Agar Berhasil Budidaya Mentimun!

Harus diketahui tanaman timun suri adalah tanaman yang mudah untuk tumbuh dan jenis tanaman menjalar layaknya melon dan semangka.

Buah musiman ini bisa ditanam dilahan yang sempit dan lahan terbuka tergantung dengan keinginan anda.

Jika memiliki lahan luas anda bisa jadikan untuk berkebun timun suri secara luas.

Namun bagi anda yang hanya memiliki lahan sempit anda boleh memanfaatkan pekarangan rumah yang sempit dengan metode tanam dari polybag.

Berikut ini kami sajikan cara-cara dan teknik yang benar dalam budidaya tanaman timun suri mengutip dari Kompas.com agar berbuah lebat, simak langkah-langkahnya berikut ini:

Persiapan Lahan

Lahan yang akan digunakan untuk menanam timun suri harus dibersihkan terlebih dahulu dari gulma atau tanaman lainnya. Selanjutnya, gemburkan lahan dengan cara dibajak atau dicangkul. Kemudian, buat bedengan dengan ukuran lebar sekitar 80-90 cm dengan panjang dan tinggi dapat disesuaikan dengan kondisi lahan.

Dalam setiap bedengan dibuat dua lajur, yaitu kanan dan kiri dan bagian tengahnya dibuat parit dengan lebar sekitar 40-50 cm.

Apabila pH atau keasaman tanah di bawah 5,5, maka lakukan pengapuran dengan dolomit. Lakukan juga pemupukan dasar pada bedengan dengan menggunakan pupuk organik ataupun nonorganik.

Pupuk organik yang dapat digunakan dapat berupa pupuk kompos ataupun pupuk kandang.  

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved