Lokal Populer

Banjir Berangsur Surut di Kecamatan Serawai, Lumbung Sosial Kecamatan Sintang Disiagakan

Saat ini, kata Sudjiono tidak ada warga yang terdampak banjir. Dari semula 10 desa terdampak, kini sisa Desa Nanga Serawai

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Polsek Serawai
Banjir bandang yang melanda Kecamatan Serawai, Sintang, Kalimantan Barat, berangsur surut signifikan. Masyarakat terdampak mulai beraktivitas normal. Berdasarkan monitoring yang dilakukan oleh Polsek Serawai, masih terdapat genangan air luapan sungai melawi di beberapa titik. Seperti di Desa Nanga Serawai 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini waspada potensi hujan lebat yang disertai petir/kilat dan angin kencang berdurasi singkat pada Rabu dan Kamis pada wilayah Kabupaten Sintang dan sebagian wilayah provinsi Kalimantan Barat.

Menanggapi potensi tersebut, BNPB kembali mengimbau stakeholder dan masyarakat untuk mewaspadai dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang.

"Untuk meminimalisir dampak yang akan terjadi, diharapkan seluruh unsur terkait agar meningkatkan kesiapsiagaan dengan melakukan beberapa langkah pencegahan khususnya di wilayah rawan banjir, antara lain mengetahui informasi cuaca secara aktual dari pihak yang berwenang dan membentuk tim siaga darurat di lingkup komunitas warga terkecil tingkat Rukun Tetangga (RT) maupun Rukun Warga (RW)," kata Abdul.

Lumbung Sosial

Pemerintah Kecamatan Sintang sudah mengantisipasi bencana alam banjir yang dikhawatirkan melanda Kecamatan Sintang akibat kiriman air dari perhuluan Sungai Kapuas dan Melawi.

Selain menginventarisir desa dan kelurahan rawan banjir, pihak kecamatan juga sudah menyiagakan bantuan logistik di lumbung sosial untuk respon cepat bila terjadi bencana alam.

"Lumbung sosial kita memang di drop dari dinas sosial. Biasanya kami salurkan untuk bencana yang sifatnya ringan misalnya kebakaran rumah. Biasanya langsung kami drop. Sehingga korban tidak terlalu lama menunggu dan kita bisa segera drop bantuan ke korban. Kalau untuk bencana yang besar kita koordinasi dengan dinas sosial dan juga BPBD. Untuk saat ini yang ada saya pikir sudah cukup untuk antisipasi bencana yang sifatnya ringan antisipasi awal," kata Camat Sintang, Tatang Supriyatna, Rabu 5 Oktober 2022.

Lumbung sosial Kecamatan Sintang disiagakan untuk membantu warga terdampak bencana. Proses penyaluran juga tak rumit. Saat ini, stok Logistik yang sifatnya darurat tersedia di lumbung sosial.

"Lumbung sosial kita siaga walaupun sabtu minggu kalau ada kejadian bencana sedapat mingkin akan kita langsung salurkan hari itu juga. Tinggal kita siapkan berita acara serah terima saja. Tinggal laporkan ke dinas sosial, kalau stok menipis mereka kirim kembali. Sembako ready cukup lah, makanan siap saji beras kemudian selimut pakaian peralatan dapur sederhana pokoknya sifatnya darurat," beber Tatang.

Tatang sudah berkoordinasi dengan pihak desa dan kelurahan yang rawan banjir, khususnya daerah yang berada di pesisir sungai Kapuas dan melawi.

"Pada intinya kita waspada banjir kiriman. Kita tentunya berkoordinasi dengan desa dan kelurahan yang berada di pesisir sungai kita ansipasi kita berharap masyarakat juga waspada dan hati hati, sedini mungkin bersiap banjir kiriman dan meletakan barang di tempat yang aman," ujar Tatang.

Hingga saat ini, belum ada tempat pengungsian khusus yang disiapkan. Hanya saja apabila dibutuhkan, ada beberapa tempat yang bisa menjadi rujukan di lokasi yang aman dari banjir.

"Kami sudah rapat, sekarang mendata semua potensi sarana dan prasarana yang dimiliki agar sedapat mungkin kalau ada bencana dapat digunakan. Artinya kalau pengungsian khusus tidak ada tapi kita tahu tempat aman kalau memang terjadi banjir pengungsi akan kita arahkan ke mana. Saya kira koordinasi dan informasi data itu yang perlu disinkronkan," ujar Tatang.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved