Syarif Abdullah Minta Kader NasDem Kalbar Perkuat Soliditas Pasca Deklarasi Anies Capres 2024

“Hal itu yang kita sayangkan sih. Kalau mau mundur, ya mundur saja. Ndak perlu juga berusaha membangun narasi ini dan itu,” katanya.

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Dok. DPW Partai Nasdem Kalbar
Ketua DPW Partai Nasdem Syarif Abdullah Alkadrie saat menghadiri Rakernas Partai Nasdem yang membahas tetang Bakal Capres yang akan Diusung Partai Nasdem. (Dok. DPW Partai Nasdem Kalbar) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Kalbar Syarif Abdullah Alkadrie meminta seluruh kader di Kalimantan Barat untuk terus memperkuat soliditas pasca deklarasi Anies Rasyid Baswedan sebagai bakal capres partai nasdem pada pilpres 2024 mendatang.

Ia menuturkan dipilihnya Anies sebagai Capres Partai NasDem melalui proses yang panjang.

Mulai dari Rakerda di tiap daerah kemudian dibahas secara intens dalam forum Rakernas.

Sehingga keputusan itu lahir atas pertimbangan yang matang dan analisis yang komprehensif.

Baca juga: Liga Anak Nusantara di Kalbar Akan Digelar Desember 2022

“Keputusan itu bukan dibuat dalam waktu semalam, tapi lewat proses dan mekanisme yang telah diatur,” ujarnya Rabu 5 Oktober 2022.

Keputusan memilih Anies Baswedan, Dinilai Syarif Abdullah hingga hari ini memberikan dampak yang cukup positif bagi partai Nasdem.

Satu di antara indikatornya adalah banyak warga masyarakat menyatakan siap bergabung dalam partai nasdem.

“Banyak yang langsung telpon saya sesaat setelah deklarasi tersebut, mereka memberikan apresiasi bahkan lebih dari 7000 anggota baru juga telah kita terima sebagai anggota baru,” ujarnya.

“Saya pikir itu indikasi positif ya, dan jadi energi untuk kita untuk terus solid dan bekerja,” sambungnya.

Ia juga menanggapi informasi yang beredar adanya kader NasDem yang mengundurkan diri pasca deklarasi Anies.

Menurutnya kader tersebut memang sudah lama tidak aktif dalam kepengurusan DPW Partai NasDem Kalbar.

“Yang bersangkutan memang pernah menjadi Caleg NasDem, dan mendulang suara sekitar 3ribuan lebih pada pileg 2019 lalu.

Namun sejak beberapa waktu belakangan memang sudah jarang aktif,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, mempersilahkan jika yang bersangkutan ingin berhenti. Namun demikian, hal yang disayangkan adalah kenapa memanfaatkan deklarasi tersebut sebagai alasannya untuk undur diri dari partai Nasdem.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved