Profil

Sosok Ade Armando, Pegiat Media Sosial yang Dikecam Karena Salahkan Aremania di Insiden Kanjuruhan

Nama Ade Armando pun mendadak jadi trending topik di Twitter pada Selasa 4 Oktober 2022 sejak pagi.

Cokro TV
Pegiat sosial media, Ade Armando menyebut bahwa supporter Arema FC (Aremania) sebagai pihak yang salah dalam konten pembahasan insiden Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pegiat media sosial Ade Armando dikecam netizen karena menyalahkan suporter Arema FC atas tragedi Kanjuruhan.

Nama Ade Armando pun mendadak jadi trending topik di Twitter pada Selasa 4 Oktober 2022 sejak pagi.

Pernyataan Ade Armando itu disampaikan dalam video pembahasan kerusuhan Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan yang diunggah lewat kanal YouTube Cokro TV pada Senin 3 Oktober 2022.

Dalam video berdurasi 8 menit 46 detik itu, Ade Armando mengatakan bahwa insiden Kanjuruhan adalah kesalahan Aremania (sebutan supporter Arema).

Selain itu, Ade Armando menyebut kalau polisi telah bertindak sesuai prosedur yang berlaku.

Baca juga: Iwan Bule Siapa? Profil dan Harta Kekayaan Iwan Bule yang Diklaim Berjasa Untuk Sepakbola Indonesia

"Suporter sepak bola Indonesia ini memang keterlaluan. Siapa pun yang kini menyaksikan video-video yang kini tersebar tentang tragedi di Stadion Kanjuruhan 1 Oktober lalu, pasti bisa mengenali bahwa pangkal persoalan adalah kelakuan sebagian suporter Arema yang menyerbu lapangan," kata Ade.

Tak hanya itu, Ade Armando juga menyebut Aremania sebagai "sombong dan bergaya preman, menantang merusak dan menyerang".

Nama Ade Armando pun viral di media sosial hingga kini karena pernyataannya itu.

Lantas siapakah Ade Armando?

Profil Ade Armando

Ade Armando merupakan pegiat media sosial dan akademikus ternama di Indonesia.

Pria yang lahir pada 24 September 1961 ini berprofesi sebagai dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI).

Ia pernah menjadi anggota Komisi Penyiaran Indonesia (2004–2007), Ketua Program S-1 Ilmu Komunikasi FISIP UI (2001–2003).

Selain itu, ia pernah dipercaya sebagai Direktur Pengembangan Program Pelatihan Jurnalistik Televisi Internews (2001–2002).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved