Lokal Populer

Sebanyak 447 Orang Perangkat Desa di Sintang Lakukan Kaji Terap Pengelolaan BUMDes ke Desa Lemukutan

Roni berharap, para aparatur desa dapat belajar dari Desa Lemukutan tentang bagaimana mereka mengelola BUMDes

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Prokopim Sintang
Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, mengirim 447 orang dari 180 desa ke Pulau Lemukutan di Kabupaten Bengkayang. Para kades, Ketua BPD dan Ketua Bumdes tersebut dikirim untuk melakukan kaji terap pengelolaan BUMDes ke Desa Lemukutan Kecamatan Sungai Raya Kepulauan.

447 orang tersebut dikirim menjadi dua tahap. Kloter pertama, ada 126 orang kepala desa, ketua BPD dan Ketua BUMDes atau yang diutus oleh desa masing-masing berangkat pada Minggu 2 Oktober 2022. Sisanya akan diberangkatkan pada 10 Oktober.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang, Herkulanus Roni mengatakan sebenarnya pihaknya ingin memilih dua desa yang akan dijadikan tempat kaji terap yakni Desa Tebas Kabupaten Sambas dan Desa Lemukutan Kabupaten Bengkayang. Namun, memperhatikan karakteristik dua desa tersebut dan atas saran Bupati Sintang, akhirnya dipilih Desa Lemukutan, Kabupaten Bengkayang.

"Peserta, ada 447 orang yang berasal dari 180 desa. Angkatan pertama ada 126 orang kepala desa, ketua BPD dan Ketua BUMDes atau yang diutus oleh desa masing-masing. Kegiatan kaji terap angkatan pertama akan kami berangkatkan pada 2 Oktober 2022. Angkatan kedua akan kami berangkatkan pada 10 Oktober 2022 nanti dengan jumlah peserta 120 orang. Untuk angkatan ketiga dan keempat, akan kami berangkatkan setelah pelaksanaan Pilkades Tahun 2022," kata Roni, Selasa 4 Oktober 2022.

Polres Landak Sampaikan Sejumlah Pesan Kamtibmas pada Pelajar SMKN 1 Ngabang

Roni menyebut, jumlah desa yang mau mengikuti kaji terap ini terus bertambah karena ingin mempelajari bagaimana cara Desa Lemukutan yang awalnya tidak dikenal oleh masyarakat. Tetapi karena kemampuan mereka mengelola BUMDes dan melibatkan masyarakat, akhirnya menjelma menjadi desa yang salah tujuan wisata di Kalbar.

"Tidak bisa berangkat sekaligus karena memang sudah dijatah dan dibatasi oleh pihak Desa Lemukutan sebagai tujuan kaji terap. Mereka membatasi maksimal 125 orang. Kegiatan ini akan didampingi juga pihak Kecamatan," ungkap Roni.

Roni berharap, para aparatur desa dapat belajar dari Desa Lemukutan tentang bagaimana mereka mengelola BUMDes sehingga berdampak terhadap perekonomian masyarakat di desanya.

"Kami sudah mengingatkan peserta supaya memanfaatkan kegiatan ini semaksimal mungkin supaya kaji terap ini bermanfaat bagi desa di Kabupaten Sintang," jelasnya.

Kembangkan Ilmu

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah meminta para kades dan perangkatnya yang dikirim ke Pulau Lemukutan di Kabupaten Bengkayang dapat menyerap ilmu pengelolaan BUMDes.

Sekembalinya dari Lemukutan, para kades diharapkan dapat bisa mengembangkan BUMDesnya masing-masing.

"Kembangkan BUMDes di desa masing-masing sesuai dengan potensi yang ada," pesan Yosepha.

Satu Rumah di Jalan Parit Pangeran Pontianak Utara Terbakar, Korban Sebut Sumber Api Dari Lantai II

Yosepha mendapatkan informasi dari Gubernur Kalbar, Sutarmidji bahwa di Kalimantan Barat ini ada 3 BUMDes yang diunggulkan yakni 2 BUMDes di Sambas dan 1 di Mempawah dan akan segera menyusul BUMDes di Bengkayang dan Kubu Raya.

"Desa di Kabupaten Sintang ini menjadi desa pertama di Kalbar yang akan melakukan kaji terap. Kami berharap peserta kaji terap bisa mengembangkan BUMDesnya. Paling tidak sesuai dengan potensi yang ada di desa masing-masing meskipun juga terkendala infrastruktur," kata Yosepha.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved