Lokal Populer

Pasar Serawai Lumpuh Total, Banjir Rendam Ruas Jalan, Perumahan Penduduk dan Juga Sekolah

Banjir menyebabkan aktivitas Pasar Serawai lumpuh total. Merendam ruas jalan pemukiman, perumahan penduduk dan juga sekolah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Bencana alam banjir yang melanda Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, berdampak pada ribuan kepala keluarga. Banjir kali ini disebut terparah kedua dibandingkan dengan Oktober tahun lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Banjir bandang kembali melanda Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Selasa 4 Oktober 2022. Hingga saat ini, debit permukaan masih naik.

Banjir menyebabkan aktivitas Pasar Serawai lumpuh total. Merendam ruas jalan pemukiman, perumahan penduduk dan juga sekolah.

"Kondisi air masih perlahan naik, bang. Bagian pasar sudah lumpuh total. Perkiraan ya 2-3 meter. Sudah lewat di atas kepala orang dewasa," kata Hendra warga Serawai dikonfirmasi Tribunpontianak.

Menurut Hendra, debit air sungai melawi meluap sejak Senin kemarin. Sampai saat ini, volume air masih naik.

Baca juga: Ikut Resmikan Vihara Terbesar di Singkawang, Ini Kata Anggota DPR RI Daniel Johan 

"Pemukiman bagian hilir sudah ada yang terendam. Sejak kemarin sore naik airnya. Sekarang air masih perlahan naik," ujar Hendra.

Camat Serawai, Rafael mengatakan banjir mulai melanda sejak tanggal 2 Oktober 2022. Banjir disebabkan curah hujan tinggi di perhuluan sungai melawi..

"Keadaan serawai terkini, mulai banjir dri tanggal 2 sampai 3 Oktober 2022. Tanggal 3 itu banjir mulai besar karena hujan dari pagi sore malam sampai pagi tidak berhenti dan juga kecamatan di Hulu ambalau juga hujan dan banjir. Mengakibatkan air yang ada di ambalau turun ke serawai akibatnya besar airnya," kata Rafael.

Sejumlah desa di Kecamatan Ambalau juga dilaporkan banjir. Seperti di Desa Kepala Jungai dan Buntut Purun.

"Benar di buntu purun terendam. Saya msih terjebak di desa kepala Jungai, ndak bisa milir (turun ke ambalau) karena debit air masih tinggi," kata Sekcam Ambalau, Nopeka Kusnadi.

Data Sementara

Data sementara yang dihimpun Polsek Serawai, ada 10 desa terdampak. Hingga saat ini, warga terdampak banjir banjir belum ada yang mengungsi. Sebagian besar masih bertahan di rumah masing-masing.

Berdasarkan monitoring anggota Polsek Serawai bersama dengan jajaran Forkopincam pada Selasa, 4 Oktober 2022, ada 10 desa terdapa yang terdampak banjir luapan sungai melawi. Yang paling parah, Desa Serawai, dengan ketinggian air 70 centimeter.

"Desa Serawai ada sekitar 70 kepala keluarga. Ketinggian air sekitar 50-70 centimeter," kata Kapolres Sintang, AKBP Tommy Ferdian melalui Kasi Humas AKP Sudjiono dikonfirmasi Tribunpontianak.

Selain melakukan patroli anggota Polsek Serawai juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat soal kemungkinan ketinggian debit air sungai melawi semakin bertambah. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan berhati-hati terhadap keselamatan jiwa dan harta benda.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved