Sekda Sintang Minta Peserta Uji Terap di Lemukutan dapat Belajar Kelola BUMDes

"Desa di Kabupaten Sintang ini menjadi desa pertama di Kalbar yang akan melakukan kaji terap. Kami berharap peserta kaji terap bisa mengembangkan BUMD

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Prokopim Sintang
Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah meminta para kades dan perangkatnya yang dikirim ke Pulau Lemukutan di Kabupaten Bengkayang dapat menyerap ilmu pengelolaan BUMDes.

Sekembalinya dari Lemukutan, para kades diharapkan dapat bisa mengembangkan BUMDesnya masing-masing.

"Kembangkan BUMDes di desa masing-masing sesuai dengan potensi yang ada," pesan Yosepha.

Yosepha mendapatkan informasi dari Gubernur Kalbar, Sutarmidji bahwa di Kalimantan Barat ini ada 3 BUMDes yang diunggulkan yakni 2 BUMDes di Sambas dan 1 di Mempawah dan akan segera menyusul BUMDes di Bengkayang dan Kubu Raya.

"Desa di Kabupaten Sintang ini menjadi desa pertama di Kalbar yang akan melakukan kaji terap. Kami berharap peserta kaji terap bisa mengembangkan BUMDesnya. Paling tidak sesuai dengan potensi yang ada di desa masing-masing meskipun juga terkendala infrastruktur," kata Yosepha.

Menurut Yosepha, potensi Kabupaten Sintang tidak kalah seperti potensi wisata alam yang pantas jual hanya saja infrastruktur belum memadai.

BREAKING NEWS - Banjir Landa Kecamatan Serawai Sintang, Aktivitas Pasar Lumpuh

"Potensi wisata yang ada di Kecamatan Kelam Permai dan Dedai, sebenarnya mudah dijual karena sudah dikenal oleh masyarakat dan didukung akses jalan yang sudah ada," jelasnya.

Homestay di Desa Lemukuatan sangat banyak, karena hampir setiap rumah dijadikan homestay, itu kata Yosepha bisa dipelajari.

"Setahu saya, Desa Lemukutan ini cukup bersih. Itu bisa ditiru, supaya masyarakat dan pemerintah desa di Kabupaten Sintang juga bisa menjaga kebersihan desanya," ungkapnya.

Yosepha meminta minimal ada 3 desa di Kecamatan yang berhasil mengembangkan BUMDesnya dan memiliki keunggulan. Supaya nanti, BUMDesnya bisa bersaing di level Kalimantan Barat.

"Kedepan, ADD bisa saja dikurangi oleh Pemerintah Pusat. Sehingga BUMDes harus dikembangkan dan mampu menghasilkan pendapatan asli desa. sehingga saat ADD dikurangi, desa sudah siap. Semua potensi yang ada di desa, didata dan dibenahi, lalu dipromosikan kepada masyarakat luas sehingga ke depan bisa mendatangkan pendapatan asli desa," katanya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved