Disporapar Kota Pontianak: Kehadiran Festival Film Pelajar Menjadi Wadah Pelajar dan Anak Muda

"Sehingga bisa menjadi peluang yang bisa diambil untuk menjadikan anak muda memiliki daya saing tinggi," katanya.

TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Workshop Film Pendek festival Film Pelajar Khatulistiwa 2022, di hotel Kapuas Palace, Pontianak Kalimantan Barat, Selasa 4 Oktober 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Plt Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Pontianak, Aswin Djafar berharap melalui festival film pelajar Khatulistiwa bisa meningkatkan kualitas SDM terkhusus anak muda.

"Harapan kita kedepannya ada kerja sama untuk meningkatkan kualitas peserta dan kita harapkan kegiatan ini tetap dilaksanakan tahun depan supaya ada kemajuan," ujarnya, saat menghadiri Workshop Film Pendek festival Film Pelajar Khatulistiwa 2022, di hotel Kapuas Palace, Pontianak Kalimantan Barat, Selasa 4 Oktober 2022.

Menurutnya kegiatan festival film pelajar Khatulistiwa ini dinilai penting untuk masuk menjadi program unggulan di Kota Pontianak.

"Sehingga bisa menjadi peluang yang bisa diambil untuk menjadikan anak muda memiliki daya saing tinggi," katanya.

Bertambah 57.078, Periode Triwulan 3 Jumlah Pemilih di Pontianak Menjadi 3464.464 Orang

Sebagaimana diketahui, bahwa saat ini kita sudah masuk di era gelombang ke 4 peradaban yang dicirikan dengan tumbuh dan berkembangnya ekonomi kreatif, unsur penentu daya saing adalah kreatifitas, inovasi dan kolaborasi.

Untuk itu, Aswin Djafar mengatakan, bahwa "workshop film pendek festival film pelajar khatulistiwa 2022" ini merupakan contoh nyata peran pemerintah dalam upaya memberikan kesempatan yang sangat baik bagi para pelajar dan pelaku ekonomi kreatif mengembangkan kapasitas.

"Perfilman indonesia saat ini sedang mengalami perkembangan yang positif. setelah pandemi yang berlangsung lebih dari 2 tahun, industri film terus menggeliat, bangkitnya perfilman indonesia dalam beberapa waktu belakangan ini mulai menunjukkan langkah progresif dengan terbitnya beberapa film seperti film KKN di desa penari yang menembus angka 9,2 juta penonton dan mencatat rekor sebagai film terlaris dalam sejarah perfilman indonesia," jelasnya.

Festival film pelajar Khatulistiwa ini, dinilainya menjadi momentum dan promosi yang baik menjadi pengungkir keberhasilan dalam dunia perfilman.

Namun demikian, kata Aswin Djafar, anak muda harus juga dibekali dengan kreatifitas dan skil yang mumpuni dalam memanfaatkan teknologi, karena pemuda lah yang menjadi garda terdepan di era digitalisasi saat ini.

Melalui festival film pelajar Khatulistiwa ini tentu menjadi wadah bagi para anak muda ataupun pelajar untuk mengaplikasikan minat dan bakatnya.

Diantara fungsi kehadiran media dalam pembelajaran ialah bisa memperjelas dalam penyajian materi dan informasi kepada siswa. Media perfilman yang positif lah yang sangat menarik bagi mereka.

"Manfaat media film dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran diantaranya adalah mengatasi keterbatasan waktu dan jarak, mampu menggambarkan peristiwa-peristiwa masa lalu secara realistis dalam waktu singkat," jelasnya.

Selain itu, workshop ini juga merupakan wadah dalam mengembangkan bakat dan potensi siswa di bidang perfilman.

"Jadi manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik mungkin," pesannya.

"Sehingga workshop film pendek festival film pelajar khatulistiwa 2022 ini, untuk mewadahi generasi muda, khususnya pelajar dalam mengembangkan minat dan bakatnya dalam bidang perfilman. Sehingga nantinya siswa tidak hanya terfokus dalam bidang akademik, namun juga dapat mengembangkan kreativitasnya dalam bidang non akademik," tukasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved