Porprov Kalbar

Jelang Porprov, Pemkot Pontianak dan Pemprov Kalbar Siapkan Antisipasi Kerusuhan Antar Suporter

Para official tim yang bertanding nantinya, ia meminta agara tidak melakukan provokasi-provokasi agar tidak memancing emosi lawan maupun suporter

Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membubuhkan tanda tangannya sebagai bentuk dukungan World Cleanup Day 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menghadapi Pekan Olahraga Provinsi ( Porprov ) Kalbar XIII, 19 -26 November 2022 mendatang, Walikota Edi Rusdi Kamtono mengatakan bahwa Kota Pontianak sudah siap untuk menyelenggarakan event tersebut.

Berkaitan dengan permasalahan keamanan dan pengamanan untuk mengantisipasi potensi kerusuhan sebagaimana peristiwa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang yang menyebabkan banyak korban jiwa. Edi mengatakan bahwa pihak keamanan telah mengantisipasi hal tersebut.

"Saya rasa Porprov pihak keamanan sudah mengantisipasi lah ya, dan sebenarnya sudah diketahui suporter mana yang memiliki tensi tinggi, suporter mana tensi rendah," ucapnya saat diwawancarai paska menghadiri pembukaan Porseni PGRI Kalbar di Kampus IKIP PGRI Pontianak. Senin 3 Oktober 2022.

Ia kemudian menghimbau kepada para atlet yang bertanding nanti, untuk dapat saling menjaga kedisiplinan dan sportivitas nya.

Operasi Zebra Kapuas di Pontianak, Warga Lebih Takut Ditilang Dibanding Jaga Keselamatan

"Pertama Pemain harus disiplin, harus sportif, jangan ada kesengajaan untuk mencelakakan lawan misalnya," ucapnya.

Kepada para wasit ia menghimbau untuk nantinya dapat memimpin pertandingan dengan adil dan sportif.

"Yang kedua, pengadilan atau wasit yang bertugas memimpin pertandingan harus sportif juga, harus jujur, tidak berpihak, kalau berpihak kan keliatan tuh," ucapnya.

Sementara untuk para official tim yang bertanding nantinya, ia meminta agara tidak melakukan provokasi-provokasi agar tidak memancing emosi lawan maupun suporter.

"Terus kedewasaan official, tidak memanas-manasi, memancing-mancing," ucapnya.

Dan untuk para suporter yang menyaksikan pertandingan, ia meminta untuk tidak melakukan aksi yang berlebihan, seperti menyanyikan lagu yang bernada rasis, berkata-kata kotor/jorok, atau melempar botol bekas minuman ke lapangan pertandingan.

"Tapi yang paling penting adalah kita harusnya semakin dewasa lah," tambahnya.

Sementara itu Sekda Kalbar dr Harisson mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dan bekerjasama dengan pihak keamanan, agar penyelenggaraan Porprov nanti berjalan aman dan lancar.

"Ya saya kira nanti kita akan bekerjasama dengan pihak keamanan, dan kita akan tetap mengikuti apa yang disarankan oleh pihak-pihak keamanan dalam rangka supaya nanti pertandingan kita itu nanti berjalan aman dan lancar," ucapnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved