Curah Hujan Tinggi Akibatkan Sejumlah Titik Pemukiman di Sekadau Banjir

Diketahui beberapa titik banjir pada Minggu sore di antaranya di Jl. Merdeka Timur KM 10, sekitar pukul 14.45 WIB. Banjir dadakan merendam 2 Rumah war

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. BPBD Sekadau
Banjir di beberapa pemukiman di Sekadau, Minggu 2 Oktober 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Curah hujan tinggi pada Minggu, 2 Oktober 2022 akibatkan beberapa lokasi di Kabupaten Sekadau terendam banjir dan pohon tumbang. BPBD sebut dampak drainase yang tersumbat, Senin 3 Oktober 2022.

Kepala BPBD Kabupaten Sekadau, Akhmad Suryadi mengatakan meski lokasi banjir tersebut sudah surut. Namun Ia tetap mengimbau masyarakat untuk memperhatikan drainase dan gorong-gorong yang ada di sekitar tempat tinggal. Jangan sampai tersumbat sampah yang akhirnya bisa menyebabkan banjir.

"Banjir terjadi hanya beberapa jam dan di daerah tertentu karena drainase ada yang tersumbat sampah, pagi ini di cek sudah tidak ada banjir. Kalau dari BPBD kita menangani yang tanggap darurat supaya banjir tidak terlalu lama. Tapi untuk ke depannya, kami mengimbau Dinas teknis, baik Dinas Perkim maupun PUPR untuk memikirkan supaya drainase atau saluran yang ada di daerah banjir musiman ini diantisipasi supaya aliran air lancar, " kata Akhmad.

Kesbangpol Sebut Ada 62 Ormas di Sekadau, Harap Semua Ormas Laporkan Diri ke Kesbangpol

Diketahui beberapa titik banjir pada Minggu sore di antaranya di Jl. Merdeka Timur KM 10, sekitar pukul 14.45 WIB. Banjir dadakan merendam 2 Rumah warga dengan total (2 KK, 6 Jiwa). Penyebabnya tingginya curah hujan dan tersumbatnya gorong-gorong.

Banjir kedua di Jl. Merdeka Timur KM 7, Desa Mungguk ada sebanyak 20 Rumah terendam (20 KK). Penyebabnya, tingginya curah hujan, tersumbatnya gorong-gorong karena sampah dan tersumbatnya aliran air di jembatan Ar Rahmah, sehingga sungai penyadap menggenangi rumah warga dan jalan negara.

Banjir ketiga di Jl. Pangkin Gang Paud, Desa Mungguk, 8 rumah terendam (8 KK). Penyebab tingginya curah hujan dan tersumbatnya gorong-gorong.

Sementara untuk pohon tumbang terjadi di dua lokasi yakni di Jl. Penanjung- Tanjung. Tanaman karet masyarakat tumbang ke badan jalan dan sempat mengganggu lalu lintas menuju Desa Tanjung.

Pohon tumbang kedua berada di Jl. Keramat, pohon mangga yang ukurannya lumayan besar, berada di lokasi ramai penduduk dan di pinggir jalan.

Beruntung saat tumbang, pohon mangga tersebut jatuh ke badan jalan dan tidak menimpa rumah warga. Dalam kejadian itupun tidak ada korban jiwa.

"Himbauan kami kepada masyarakat yang memiliki pohon besar di pinggir jalan atau halaman rumah bisa diinformasikan ke BPBD, supaya bisa kami pangkas. Kita tidak membuang pohon itu hanya memangkas dahan yang rawan. Masyarakat diharapkan menyimpan kontak bencana 081254911797, jadi saat ada bencana bisa segera melapor, " pungkas Akhmad Suryadi. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved