Lokal Populer

Badariah Harap Kampung Baca Tanjung Saleh Menjadi Pusat Pendidikan Masyarakat Sekitar

Semoga segera memiliki gedung sendiri dengan berbentuk rumah kapal sehingga tidak lagi numpang di rumah masyarakat

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Siti Badariah merupakan founder Kampung Baca Tansal saat di perahu baca. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Siti Badariah merupakan founder Kampung Baca Tansal yang berdiri sejak 5 Desember 2017. Harapan Badar kedepan Kampung Baca Tanjung Saleh dapat menjadi pusat Pendidikan untuk masyarakat sekitar. 

Ia juga berharap, kedepan bisa menambah relawan yang berkontribusi dengan totalitas. 

"Semoga segera memiliki gedung sendiri dengan berbentuk rumah kapal sehingga tidak lagi numpang di rumah masyarakat dan tidak hanya menjadi rumah baca tapi juga menjadi tempat rekreasi," ujarnya Sabtu 1 Oktober 2022 malam.

Lantaran hanya menggunakan perahu warga, ia berharap kelak dapat memiliki perahu baca sendiri agar lebih leluasa membawa bahan bacaan dan lebih menghemat pengeluaran.

Meriahkan Kemerdekaan RI, Kampung Baca Tansal Gelar Tansal Fashion Week Berkonsep Alam

"Aktivitas sekarang anak-anak lebih tertarik dengan kegiatan tambahan mengasah bakat, seperti menari, tundang, menulis, dan menggambar bahkan anak-anak sering meminjam buku untuk di baca di rumah," ujarnya.

Ia juga memiliki keinginan adanya regenerasi yang dapat melanjutkan estapet perpanjangan tangan sehingga Kampung Baca Tansal tetap berkembang dan maju mengikuti arus grobalisasi. 

"Semoga Kampung Baca Tansal dapat meningkatakan Indeks Pembagunan Manusia (IPM) masyarakat Desa Tanjung Saleh untuk meningkatkan kualitas hidup," ujarnya.

Galau Hadapi Skripsi

Berawal dari kegalauan saat hendak menghadapi skripsi, Siti Badariah menginisiasi berdirinya Kampung Baca Tansal, 5 Desember 2017.

"Dulu saat saya menjadi mahasiswa semester 7 mulai galau mengerjakan skripsi kemudian untuk menenangkan diri dengan pulang ke kampung halaman bertemu orang tua," ujar Badar, Jumat 30 September 2022.

Singkat cerita, ia pun diajak sang ibunda untuk mengikuti acara maulid di kantor desa. Saat di kantor desa, Badar melihat banyak buku tapi letaknya di dalam kantor.

"Terus saya mikir siapa yang berani membaca buku dengan rileks di dalam kantor terkesannya formal. Munculah inisiatif untuk memindahkan buku di suatu tempat yang lebih mudah di kunjungi kapanpun," ujarnya.

Dari Gerakan Sederhana di Selasar Rumah, Kini Kampung Baca Tansal Buka Cabang

Setelah mendapatkan izin dari pemerintahan desa setempat, buku-buku tersebut dipindahkan di selasar rumah Badar yang terletak di dusun kampung tengah RT 15 RW 03 Desa Tanjung Saleh, yang kemudian diberi nama Kampung Baca Tansal disingkat KBT.

Pemberian nama “Kampung” diakuinya diambil dari nama dusun pertama kali dipindahkan buku-buku itu di Dusun Kampung Tengah. Kata “baca” merupakan Gerakan awal yaitu meningkatkan minat baca masyarakat sekitar dan kata “Tansal” merupakan kepanjangan dari nama Desa Tanjung Saleh.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved