Liga 1

Ketum PSSI Mochamad Iriawan Pimpin Invetigasi Kerusuhan di Kanjuruhan Usai Laga Arema vs Persebaya

Peristiwa kerusuhan terjadinya usai pertandingan Liga 1 Indonesia Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang menjadi duka yang mendal

Editor: Jimmi Abraham
Tribun Jatim
Peristiwa kerusuhan terjadinya usai pertandingan Liga 1 Indonesia Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang menjadi duka yang mendalam. Peristiwa yang mengerikan ini terjadi pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam WIB. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Indonesia mengalami peristiwa paling kelam dalam sejarah sepak bola.

Peristiwa kerusuhan terjadinya usai pertandingan Liga 1 Indonesia Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang menjadi duka yang mendalam.

Diketahui, duka yang terjadi bukan hanya dialami Indonesia tetapi juga dialami oleh dunia.

Pasalnya berdasarkan sumber dari Tribunnews ada 127 korban yang meninggal.

Peristiwa yang mengerikan ini terjadi pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam WIB.

Sedih Mendengar Tragedi Kanjuruhan, Lee Min Ho Ucap Belasungkawa Sepak Bola Indonesia

Pertandingan derbi Jawa Timur yang mempertemukan Arema FC vs Pesebaya Surabaya sendiri berkesudahan untuk keunggulan tim tamu, Persebaya Surabaya dengan skor 2-3.

Namun atas hasil inilah yang diduga menimbulkan kekecewaan bagi suporter yang memasuki lapangan setelah pertandingan usai.

Atas hasil tersebut pihak penyelenggara pertandingan mengabil sikap tegas untuk menghentikan gejolak konflik yang terjadi.

Diketahui PT Liga Indonesia Baru ( PT LIB ) selaku operator penyelenggara kompetisi mengambil sikap tegas atas terjadinya tragedi di Stadion Kajuruhan.

Atas insiden yang terjadi setelah laga Arema vs Persebaya, PT LIB mengabil sikap dengan menghentikan Liga 1 satu pekan.

Presiden FIFA Gianni Infantino Rilis Pernyataan Resmi Tragedi Kanjuruhan Arema Vs Persebaya Liga 1

Selain itu, PSSI juga langsung melakukan tindakan cepat dalam penanganan konflik kerusuhan ini.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi mengatakan pihaknya sangat menyesal dan turut berduka atas jatuhnya korban jiwa usai menyaksikan laga Arema Fc vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu 1 Oktober 2022.

Hal itu ia sampaikan dalam sesi konferensi pers di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Minggu 2 Oktober 2022.

Atas nama ketua umum PSSI dan sepakbola indonesia mengucapkan turut berbelasungkawa yang amat dalam atas tragedi di Kanjuruhan yang kita tahu bersama banyak memakan banyak korban,” kata Yunus Nusi.

Sampaikan Duka Mendalam untuk Korban Kanjuruhan, BRI Kutuk Kekerasan di Sepak Bola Indonesia

“PSSI sangat menyesal atas kejadian ini, tentu ini jadi kejadian yang luar biasa bagi kita semua selaku federasi dan kita bermohon dan berdoa semoga tidak ada lagi hal-hal yang seperti ini di sepakbola Indonesia,” sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut Yunus Nusi belum bisa memberikan statement tegas begitupun siapa yang harus tanggung jawab atas kejadian ini.

Yunus Nusi mengatakan dirinya juga masih menunggu hasil investigasi yang diketuai oleh Mochamad Iriawan Ketum  PSSI di Malang.

“Kami sampaikan bahwa ketua umum PSSI beserta pengurus, Dirut LIB beserta direksi komite disiplin besar anggotanya sebentar lagi tiba di malang untuk melakukan investigasi dan akan melakukan koordinasi dengan pihak keamanan, pihak panpel termasuk pihak klub Arema,” terang Yunus Nusi.

“Kami akan menunggu selengkapnya hasil investigasi ini, Mudah-mudahan juga hari ini sudah ada sekilas yang akan disampaikan pak Ketum langsung di Malang, ketua umum yang juga didampingi Pak Menpora dan Bapak Kapolri di malang. Insya Allah hasil sementara dari apa yang ditemukan dari pihak PSSI akan disampaikan langsung di Malang nanti,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved