Januari Hingga September 2022, Disbunnak Sanggau Catat 200 Kasus Gigitan Anjing

ia mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi penyebaran rabies. Untuk antisipasi juga, pihaknya pun terus memvaksin hewan penular

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Hendri Chornelius
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Sanggau, H Syafriansyah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Sanggau, H Syafriansyah menyampaikan bahwa sebanyak 200 gigitan anjing yang terjadi di Kabupaten Sanggau dari Januari hingga September 2022. Dari semuanya itu belum ada yang terindikasi mengandung virus Rabies.

"Gigitan ini bukan berarti anjing itu rabies atau tidak, karena terjadinya gigitan itukan disebabkan berbagai hal. Mungkin karena kondisi anjing itu terganggu, atau baru habis melahirkan atau merasa terpojok. Kadang-kadang sifat buas itu muncul,"katanya, Minggu 2 Oktober 2022.

Kendati begitu, ia mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi penyebaran rabies. Untuk antisipasi juga, pihaknya pun terus memvaksin hewan penular rabies di Kabupaten Sanggau. 

Guna Percepatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau Buka Pos Vaksinasi di Seluruh Puskesmas

"Sampai saat ini kita sudah memvaksin 26.534 ekor hewan,  yang terdiri dari 26.189 ekor anjing, 323 ekor kucing, 21 ekor monyet dan satu ekor hewan lain seperti musang,"ujarnya.

Dalam kesempatan ini juga, ia mengimbau kepada masyarakat terutama yang memiliki hewan peliharaan atau sebagai hewan penular rabies, agar jangan ragu-ragu untuk memvaksin hewan peliharaannya.

"Vaksin kita gratis, silahkan menghubungi petugas yang ada disetiap Kecamatan. Khusus yang berada di Kota Sanggau, silahkan konsultasi ke Disbunnak atau ke pusat kesehatan hewan (Puskeswan) yang ada," ujarnya.

Ia menegaskan, petugas di Kecamatan pun selalu siap, walaupun belum semua kecamatan ada petugas dokter hewan. Tetapi sudah disebar ke tujuh titik terdekat untuk mempermudah masyarakat untuk memvaksin hewan peliharaannya.

"Jadi jangan sampai ragu-ragu untuk memvaksin hewan peliharaannya, karena ini untuk kebaikan kita bersama. Yang paling penting kita ketahui bahwa potensi rabies ini masih ada di Kabupaten Sanggau, dan itu sangat menular ke manusia. Itu yang kita khawatirkan," tuturnya.

Tujuh titik yang sudah ada pusat kesehatan hewan dan termasuk tenaga dokter hewannya di Kabupaten Sanggau diantaranya adalah di Kecamatan Kapuas, Mukok, Parindu, Meliau, Tayan Hulu, Kembayan dan Balai (Batang Tarang). (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved