Cerita Murhasina MUA Asal Terentang Kabupaten Kubu Raya

Bicara soal profesi MUA, wanita asal Terentang, Kabupaten Kubu Raya, Kubu Raya, Murhasina (24) menceritakan bagaimana awal mula dirinya mulai mengelut

TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD LUTHFI
Satu di antara pelaku profesi MUA di Kalimantan Barat, Murhasina. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Beriringan dengan pesatnya perkembangan zaman dan media sosial, ada berbagai profesi yang diminati, salah satunya di bidang kecantikan dan belakangan ini yang cukup dilirik yaitu makeup artis (MUA).

Bagaimana tidak, MUA yang dulunya hanya identik untuk riasan wajah pengantin dan artis, hari-hari ini pelaku profesi MUA menawarkan jasanya untuk momen yang bervariasi, seperti momen ulang tahun, pre-wedding, lamaran, wisuda dan menghadiri pesta.

Kendati kompetisinya cukup ketat, peminat pengguna jasa MUA juga berbanding lurus, sehingga masih banyak yang menjajaki profesi MUA, terlebih karena memiliki potensi keuntungan dan fleksibilitas waktu yang ditawarkan.

Bicara soal profesi MUA, wanita asal Terentang, Kabupaten Kubu Raya, Kubu Raya, Murhasina (24) menceritakan bagaimana awal mula dirinya mulai mengeluti profesi MUA.

Murharsina berceritra, sudah sejak lama dirinya memang memiliki hobi untuk berdandan dan mendandani, hal tersebut tak terlepas dari profesi orang tuanya yang memang seorang perias.

“Kurang lebih tiga tahun, saya meneruskan usaha orang tua. Tapi awalnya saya memang hobi terus sambil liat konten-konten buat belajar,” ujarnya kepada Tribun Pontianak, Minggu, 2 Oktober 2022.

Kehadiran Car Free Day di Pontianak Timur Menjadi Sarana Rekreasi Olahraga dan UMKM

Menurut penuturan Murharsina, selain tertarik mengeluti profesi tersebut karena hobi, profesi MUA disebutkannya memiliki potensi keuntungan yang cukup menarik.

“Lumayah sih potensi keuntungannya, manteplah,” ungkapnya.

Dalam sekali merias klien wedding, Murhasina mematok harga untuk jasanya mulai dari 1,5 juta sampai dengan 2 juta rupiah.

“Untuk make up aja itu dipatok dari 1,5 juta hingga 2 juta untuk wedding. Tapi selain wedding saya biasa menerima jasa untuk make up wisuda, pesta, tunangan,” jelasnha.

Saat ditanyai sudah berapa banyak klien yang dirinya rias selama mengeluti profesi MUA, dirinya menjawab sejauh ini klien yang menggunakan jasanya sudah tidak bisa dihitung.

Tapi yang pasti, dalam satu bulan biasanya ia menerima jasa makeup 10 klien.

“Kurang lebih, kadang dalam satu bulan bisa sampai 10 sampai 20 orang. Saya lebih ke wedding ya, saya itu ada di wilayah kampung jadi acara itu bebas, biasanya tiap hari ada,” ungkapnya.

Terakhir, Murhasina mengungkapkan diawal merintis karir sebagai MUA, diakuinya dalam merias wajah seseorang tentu ada kesulitan yang dihadapi.

Kendati demikian, dengan terus belajar dan mengupgrade skill, saat ini kesulitan-kesulitan yang pernah dirinya hadapi sudah bisa teratasi.

“Paling sulit bagian mata, soalnyakan setiap orangkan beda-bedaya, kadang ada yang matanya sensitif gitukan, harus menyesuaikan setiap klien. Kalau sekarang alhamdulillah sudah bisa mengatasinya,” tukasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved