Pabrik Kelapa Sawit Berkapasitas 30 Ton per Jam Akan Dibangun di Singkawang

Pelaksanaan program peremajaan kelapa sawit pekebun di Provinsi Kalbar dimulai sejak tahun 2018, yang tersebar di 8 kabupaten yaitu Kabupaten Ketapang

Penulis: Maskartini | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Maskartini
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kalbar, Indra Rustandi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Realiasasi dana bantuan yang sudah disalurkan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit( BPDPKS) sampai dengan Agustus 2022 sebesar Rp454,73 miliar dengan total luas 16.512,22 Ha dan jumlah pekebun sebanyak 7.188 orang.

Pelaksanaan program peremajaan kelapa sawit pekebun di Provinsi Kalbar dimulai sejak tahun 2018, yang tersebar di 8 kabupaten yaitu Kabupaten Ketapang, Sambas, Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Melawi dan Kubu Raya. 

Berdasarkan data terakhir, realisasi fisik pelaksanaan peremajaan kelapa sawit pekebun di Kalbar, untuk kegiatan tumbang chipping (persiapan lahan) seluas 13.232,43 Ha dan penanaman kelapa sawit seluas 11.868,31 Ha dengan jumlah kelembagaan pekebun sebanyak 110 kelembagaan.

APKS KK dan Solidaridad Tanam Ribuan Kakao Wujudkan Pertanian Kelapa Sawit Berkelanjutan

Selain hibah untuk peremajaan, BPDPKS juga memberikan hibah untuk pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kalbar, Indra Rustandi mengatakan Apkasindo tengah mempersiapkan pembangunan PKS di Kota Singkawang

Pembangunan PKS yang merupakan hibah dari BPDPKS ditargetkan dimulai akhir tahun ini. Indra mengatakan peletakan batu pertama direncanakan akhir 2022 dengan pembangunan PKS yang akan memakan waktu sekitar 1-1,5 tahun. 

"Mudahan tidak ada halangan. Se-Indonesia itu ada tiga daerah yang dipilih, yakni Papua, Banten dan Singkawang. Kita dapat hibah PKS dari BPDPKS melalui rekomendasi Dirjenbun," ujarnya Sabtu, 1 Oktober 2022.

Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun merupakan salah satu Program Stategis Nasional (PSN) yang dicanang Presiden Jokowi pada tahun 2017, berupa bantuan yang diberikan untuk mengganti tanaman kelapa sawit yang kurang produktif.

Bantuan yang diberikan untuk mengganti tanaman kelapa sawit yang kurang produktif seperti umur yang lebih 25 tahun, dimana produktivitas kurang dari 10 ton TBS per hektar per tahun atau tanaman yang berasal dari benih Illegitim atau tidak unggul, sebesar Rp30 juta Ha dengan pendanaan dari BPDPKS.

Indra mengatakan dipilihnya Singkawang sebagai daerah yang mendapat bantuan hibah lantaran tidak terdapat perusahaan sawit di kota dan terdapat petani mandiri yang mengelola lahan sawit. 

PKS yang akan dibangun di Kota Singkawang tberkapasitas 30 ton per jam. Nantinya, PKS ini akan menyerap tandan buah segar (TBS) sawit dari petani mandiri di Singkawang dengan luas kebun sekitar 6.000 Ha. 

Indra mengatakan tidak menutup kemungkinan kedepannya akan menyerap hasil produksi dari kabupaten-kabupaten perbatasan seperti Sambas, Bengkayang dan Mempawah. 

"Kita akan rekrut kebun pendukung. Pembangunan PKS dari dana hibah BPDPKS ini menjawab persoalan harga sawit yang beberapa waktu yang lalu sempat anjlok. Keberadaan PKS ini juga menjadi solusi bagi petani sawit di Singkawang dan sekitarnya," ujarnya.

Apkasindo dan tim sedang melengkapi berbagai berkas yang diperlukan. Dari 16 item berkas yang harus dipenuhi, pihaknya sudah melengkapi 10 berkas.

"Termasuk studi kelayakan yang sudah dinyatakan lulus. Targetnya, akhir tahun ini pembangunan PKS dimulai," ujarnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved