Peringatan BMKG, Potensi Terjadi Banjir di Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, Sekadau dan Ketapang

Menurut penuturan Nanang sejak kemarin sampai dengan beberapa hari ke depan diprakirakan Tinggi Gelombang pada kategori rendah hingga sedang.

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak Nanang Buchori. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) Supadio Pontianak, Kalimantan Barat mengeluarkan peringatan potensi terjadi banjir di beberapa wilayah Kalimantan Barat.

Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Nanang Buchori menerangkan, diprakirakan dengan gelombang atmosfer tropis MJO di kuadran 3, akan segera punahnya siklon tropis NORU, dan beberapa faktor meteorologis lainnya akan mendukung potensi pertumbuhan awan penghujan di wilayah Kalimantan Barat.

“Diprakirakan cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat akan terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat periode tanggal 28 September 2022 hingga 05 Oktober 2022,” ujarnya, Kamis, 29 September 2022.

Untuk itu, Nanang mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi dampak berupa terjadinya genangan / banjir dan tanah longsor pada periode tersebut.

Baca juga: IKMAS Pontianak Gelar Turnamen Futsal Silaturahmi Mahasiswa Daerah Sambas yang Berada di Pontianak

Nanang juga menyebut beberapa wilayah berpotensi terdampak bencana meteorologis tersebut, satu diantaranya Kab. Kapuas Hulu, Kab. Sintang, Kab. Melawi, Kab. Sekadau dan Kab. Ketapang.

“Perlu diwaspadai dampak lain dari hujan lebat, petir dan angin kencang seperti potensi pohon tumbang, kerusakan atap bangunan akibat angin kencang, terganggunya aktifitas penerbangan, jalan yang menjadi lebih licin, dll,” katanya.

Kemudian dijelaskan Nanang, pasang air laut di sekitar Kota Pontianak diprakirakan berada pada fase maksimum pada tanggal 04 Oktober 2022 Pukul 14.00 WIB setinggi 1.6 meter.

“Sehingga diimbau kepada masyarakat di wilayah Pesisir Barat Kalbar untuk mewaspadai potensi genangan, terutama karena periode waktu tersebut masih berpotensi terjadi hujan lebat,” imbaunya.

Tak hanya itu, menurut penuturan Nanang sejak kemarin sampai dengan beberapa hari ke depan diprakirakan Tinggi Gelombang pada kategori rendah hingga sedang.

Tinggi gelombang Kategori Sedang (1.25 - 2.5 meter ) berpotensi terjadi di Laut Natuna Utara dan Perairan Utara Kep. Natuna.

“Diimbau kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di area sekitar pesisir yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” tukasnya

Terakhir Nanang menyebut, diprakirakan kebakaran hutan dan lahan masih berpotensi mudah terjadi di sekitar Kab. Ketapang tanggal 28 – 29 September 2022.

Diprakirakan seluruh wilayah Kalbar berpotensi aman terjadi karhutla mulai tanggal 30 September 2022.

BMKG Stasiun Meteorologi Supadio membuka layanan informasi cuaca 24 jam dapat menghubungi melalui :

call center 0561 - 721142 ;

 https://kalbar.bmkg.go.id ;

Sosial media yang telah terverifikasi : fanpage facebook, instagram, twitter dan youtube : BMKG Kalbar atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved