Lokal Populer

Pelatihan Strategi dan Prosedur Masuki Pasar Global Diikuti oleh Ratusan Pelaku UMKM

Kepala Dinas Koperasi UKM Kalbar Junaidi menyatakan, pihaknya sangat menyambut baik Rumah BUMN BNI Pontianak

TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Kadiskop UKM Provinsi usai membuka acara pelatihan yang iikuti oleh ratusan UMKM Se-Kalbar, Selasa 28 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Dinas Koperasi UKM Provinsi Kalimantan Barat sukses menggelar pelatihan strategi dan prosedur memasuki pasar global yang diikuti oleh Ratusan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Barat (Kalbar), Rabu 28 September 2022.

Kegiatan ini menggandeng Rumah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) BNI Pontianak dengan harapan bisa membuat UMKM naik kelas dengan meningkatkan pemasaran dan mendorong untuk melakukan perluasan pasar baik lokal, nasional, maupun ekspor.

Kepala Dinas Koperasi UKM Kalbar Junaidi menyatakan, pihaknya sangat menyambut baik Rumah BUMN BNI Pontianak yang rutin mengadakan kegiatan pemberdayaan usaha mikro melalui pelatihan. 

Dimana khusus untuk kegiatan pelatihan strategi dan prosedur memasuki pasar global kemarin, digelar secara langsung atau tatap muka. 

Pembongkaran Lapak di Jalan Sultan Hamid II, PKL Mengadu ke Pemkot Pontianak

“Ini merupakan program pengembangan usaha atau scale up business yang menyasar usaha mikro yang sudah berjalan, agar produknya berdaya saing melalui berbagai kegiatan diklat dan pendampingan langsung serta kunjungan ke pelaku UMKM," ujarnya.

Pihaknya pun berharap dari kegiatan yang menyasar usaha mikro ini, dapat menumbuh kembangkan aspek-aspek kegiatan usaha para pelaku UMKM. Karena menurut dia, sesuai data hingga 31 Agustus 2022 di Kalbar tercatat ada sebanyak 195.458 pelaku UMKM

Yang terdiri dari usaha mikro berjumlah 167.839 atau 85,87 persen, usaha kecil berjumlah 25.914 atau 13,26 persen, dan usaha menengah berjumlah 1.705 atau 0,87 persen.

"Di Kegiatan pelatihan ini, Dinas Koperasi UKM Kalbar berharap kiranya para pelaku usaha mikro didampingi dan dibimbing untuk naik kelas dengan meningkatkan pemasaran dan mendorong mereka untuk melakukan perluasan pasar baik lokal nasional, maupun ekspor," tambahnya. 

Junaidi menjelaskan, UMKM merupakan pilar utama dalam perekonomian Indonesia. Kurang lebih 98 persen atau 64 juta pelaku usaha di Indonesia merupakan UMK yang melibatkan 120 juta tenaga kerja. 

Karena itu UMKM merupakan suatu potensi yang akan menjadi kekuatan luar biasa apabila bisa diberdayakan. 

“Namun dalam kenyataanya UKM masih dihadapkan dengan berbagai kendala, di antaranya dari segi permodalan, legalitas usaha, strategi pemasaran, kompetensi SDM, inovasi, dan teknologi, serta kualitas produk," paparnya. 

Lebih lanjut dipaparkan, Undang-undang (UU) Nomor 11 tahun 2021 tentang Cipta Kerja dan peraturan turunannya PP Nomor 7 tahun 2021, merupakan salah satu wujud komitmen pemerintah untuk memberikan kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil. 

Sehingga dengan adanya pelatihan tersebut, bisa dikatakan sebagai wujud tanggung jawab bersama dalam rangka pengembangan dan menciptakan UMKM naik kelas dan berdaya saing. 

“Sebagaimana kita ketahui bersama, pengembangan UMKM di Kalbar membutuhkan peran semua pihak agar dapat tumbuh dan naik kelas secara berkualitas. Digitalisasi di tengah kondisi pandemi yang hingga kini belum selesai mendesak pelaku UMKM untuk beradaptasi," katanya. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved