Lokal Populer

Kondisi Alam yang Sudah Rusak Diduga Sebagai Satu di Antara Faktor Terjadinya Longsor di Sajingan

penyebab terjadinya longsor karena intensitas curah hujan yang tinggi. Selain itu, faktor alam yang rusak membuat musibah itu tak terhindarkan

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ruas jalan Sajingan Besar menuju Sungai Bening yang juga menghubungkan Desa Wisata Temajuk terputus di terjang banjir di Desa Batang Air, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Selasa 27 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Musibah longsor yang mengakibatkan jalur menuju Desa Wisata Temajuk Kecamatan Paloh dari Sajingan Besar sempat lumpuh. Longsor terjadi di Dusun Batang Air Desa Sentaban kemarin membuat jalan terputus.

Satu diantara warga Desa Wisata Temajuk, Niken berharap kejadian longsor serupa atau lebih parah tak terulang kembali. Walaupun demikian longsor diakibatkan faktor alam.

"Harapan saya dilakukan penanaman kembali tanaman, atau pohon yang memiliki akar yang kuat untuk menghambat derasnya air yang disebabkan hujan seperti contoh membuat terasering," tutur Niken kepada Tribun Pontianak, Rabu 28 September 2022.

Menurut Niken, yang juga praktisi pariwisata penyebab terjadinya longsor karena intensitas curah hujan yang tinggi. Selain itu, faktor alam yang rusak membuat musibah itu tak terhindarkan.

KPU Kabupaten Sambas Usulkan 50 Miliar Anggaran Pilkada 2024

"Penyebabnya adalah faktor alam yaitu curah hujan yang tinggi dan kondisi bukit di sekitar sudah banyak yang gundul," tegasnya.

Dia menjelaskan apabila kejadian longsor terus mengakibatkan jalan menuju Desa Wisata Temajuk Terputus maka merugikan masyarakat dan para turis.

"Apabila terus terjadi longsor yang berakibat pada akses jalan terputus tentunya, pertama itu putusnya jalur transportasi dan juga pencemaran air bersih," katanya.

Forum Perbatasan

Peristiwa longsor di Dusun Batang Air mengakibatkan sempat terputusnya ruas jalan penghubung Sajingan Besar menuju Desa Wisata Temajuk, mendapat respon Ketua Forum Perbatasan Provinsi Kalimantan Barat Abelnus, S. Sos, M.Sos, Rabu 28 September 2022.

Abelnus, S. Sos, M.Sos mengatakan, untuk menghindari hal serupa ke depan pihak Kementerian PUPR dalam hal ini Balai Jalan Nasional Pertama harus mencari kontraktor yang memiliki integritas tinggi untuk membangun jalan di Wilayah Perbatasan.

Dia menambahkan, kedua, kontraktor tersebut harus memiliki pengalaman membangun di wilayah Kalimantan. Selain itu memahami karakter tanah dan geografis di wilayah perbatasan yang iklimnya tidak menentu dan cenderung ekstrim.

"Jika pihak Kementerian PUPR betul-betul mencari kontraktor seperti kriteria di atas, dapat dipastikan proses pembangunan jalan di wilayah perbatasan dapat terselesaikan sesuai target dan memiliki hasil kinerja yang maksimal," tegas Abelnus kepada Tribun Pontianak, Rabu 28 September 2022.

Lebih lanjut, Abelnus menekankan, jangan sampai pihak PUPR dalam hal ini Balai Jalan Nasional memilih kontraktor yang hanya dekat dengan pemerintah tanpa memperhatikan kriteria dan integritas kontraktor tersebut.

Abelnus yang juga Direktur Riset Pembangunan Kawasan Pedalaman, Pesisir dan Perbatasan Provinsi Kalimantan Barat, berpesan kedepan Kementerian PUPR harus melakukan pengawasan secara aktif di lapangan jangan sampai kontraktor bekerja asal-asalan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved