Forkopimcam Sajingan Besar Resmikan Perdes Perlindungan Anak Berbasis Adat

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi S.I.P,. MH,. SC, DP3AP2 KB Sambas dr. Fatah Maryunani, Ketua DAD Kabupaten Sambas dr. Boni,

Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Dok Kodim 1208 Sambas
Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi ketika meresmikan Perdes Perlindungan Anak Berbasis Adat di Halaman Kantor Camat Sajingan Besar, Desa Kaliau, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kamis 29 September 2022. Istimewa/Dok Kodim 1208 Sambas 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Forkopimcam Sajingan Besar meresmikan Peraturan Desa Perlindungan Anak Berbasis Adat di Halaman Kantor Camat Sajingan Besar, Desa Kaliau, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kamis 29 September 2022.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi S.I.P,. MH,. SC, DP3AP2 KB Sambas dr. Fatah Maryunani, Ketua DAD Kabupaten Sambas dr. Boni, Danramil 02/Sejangkung diwakili Oleh Babinsa Hermanto, Ketua DAD Sajingan Besar Libertus, Camat Sajingan Besar Obertus, SP, Polsek Sajingan Besar Bripka Thomas, Kades Se Kecamatan Sajingan Besar, BPD Se-Sajingan Besar.

Camat Sajingan Besar, Obertus Sp, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mencegah kekerasan terhadap anak. Dia mengatakan, perlu tersosialisasikan norma-norma positif anti kekerasan terhadap anak, terbangunnya sistem dukungan serta pengendalian pada tingkat komunitas dan keluarga serta meningkatnya keterampilan hidup dan ketahanan diri pada anak.

"Pentingnya sosialisasi yang mengacu adanya kemampuan masyarakat untuk mendeteksi dini anak-anak korban kekerasan, serta tersedianya layanan untuk menerima laporan dan juga dapat membantu anak, korban segera mendapatkan pertolongan, wujud terbangunnya jejaring kerja dengan berbagai lembaga pelayanan yang berkualitas dan mudah dijangkau untuk mengatasi korban maupun pelaku serta menangani anak dalam resiko," ucapnya.

Baca juga: KMKS Gelar Latihan Menulis, Mahasiswa Perbatasan di Sambas Suarakan Potensi Daerah Melalui Tulisan

Pada kesempatan itu, Babinsa Serda Hermanto menuturkan, harus melakukan pencegahan dan respon cepat terjadinya kekerasan terhadap anak di tingkat desa/kelurahan sebagai ujung tombak untuk melakukan upaya–upaya pencegahan dengan membangun kesadaran masyarakat agar terjadi perubahan pemahaman, sikap dan perilaku untuk memberikan perlindungan kepada anak.

"Mudah-mudahan dengan semangat untuk melindungi anak mulai dari unsur Pemerintahan di Kecamatan Sajingan dan seluruh masyarakat akan segera terwujud," harapnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved