Lokal Populer

Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang Tetapkan Lima Titik Vaksinasi Rabies Gratis

Bantuan 4 ribu dosis vaksin dari Pemrov Kalbar dipastikan Eka sudah selesai disuntikkan ke hewan penular rabies sejak januari sampai dengan Juli 2022.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Agus Pujianto
Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Ulidal Muchtar menghadiri kegiatan peringatan Hari rabies sedunia di kantor dinas pertanian dan perkebunan Kabupaten Sintang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Eka Dahliana menyebut sepanjang tahun 2022, petugas sudah melakukan vaksinasi rabies terhadap 7 ribu anjing. Angka ini masih akan terus bertambah seiring banyaknya permintaan dari desa dan masyarakat mengingat kasus gigitan hewan penular rabies meningkat.

"Pengalaman tahun 2021, kita sudah memvaksin 16 ribu. Sekarang sudah 7 ribu," ujar Eka, Rabu 28 September 2022.

Bantuan 4 ribu dosis vaksin dari Pemrov Kalbar dipastikan Eka sudah selesai disuntikkan ke hewan penular rabies sejak januari sampai dengan Juli 2022. Sejak Pemkab Sintang menetapkan KLB Rabies, Pemprov Kalbar juga menambah 1000 dosis.

"Vaksin tersebut sudah kami laksanakan dari bulan januari sampai dengan juli udah sudah 6 ribu ekor anjing. Populasi anjing ini agak sulit dari ternak, kita pakai estimasi susah sampai kita ndak tau jumlah anjing berapa," kata Eka.

Anggaran Besar Untuk Pengendalian Inflasi di Kabupaten Sintang

Vaksin bantuan dari pusat sudah selesai dilaksanakan. Sementara, sejak 2 tahun terakhir, pihaknya tidak mengajukan bantuan vaksin. Eka tak menyangka kejadian kasus gigitan rabies meningkat dan menelan dua korban jiwa.

"Jadi kami kemarin berusaha untuk meminta bantuan ke pemda pengadaan vaksin, permohonan (dari desa dan warga) itu sudah masuk kurang lebih 3500. Kami minta provinsi, yang sudah menjatahkan 4 ribu masing-masing Kabupaten dan stok sekarang tidak tersedia. Sehingga kami mengajukan ke dana BTT untuk kegiatan ini dan alhamdulillah dapat 5 ribu dosis. Ini untuk 5 ribu ekor anjing," ungkap Eka.

Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang menetapkan sejumlah titik vaksinasi rabies gratis di sejumlah kecamatan. Khusus di Kecamatan Sintang, ada 5 titik. Antara lain: Puskeswan, Kantor Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Desa Jerora Satu, Tanjung Puri dan Akcaya. Selain Kecamatan Sintang ada pula 6 desa di Kecamatan Kelam Permai.

"5000 dosis ini tidak semua kecamatan, ini untuk 9 Kecamatan saja. Permohonan yang masuk 3.500 kami menindaklanjutinya laporan dari masyarakat maupun desa. Paling banyak kasusnya di sepauk. Tiap hari kasus gigitan ada terus," jelas Eka.

Ajak Masyarakat Peduli

Staf Ahli Bupati Sintang Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Ulidal Muchtar mengungkapkan keberhasilan pengendalian rabies sangat dipengaruhi oleh seberapa besar keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, baik keaktifan petugas kesehatan, Dinas Kesehatan Hewan, prilaku masyarakat, keberhasilan sosialisasi hewan penular rabies.

"Kita sedang menghadapi kondisi kejadian luar biasa penyakit rabies. Pemkab sintnag sudah menetapkan KLB karena telah merenggut nyawa saudara kita di sepauk dan dedai. Ini merupakan kasus yang terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan," kata Ulidal saat menghadiri kegiatan peringatan Hari rabies sedunia di Kantor Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Rabu 28 September 2022.

Pengurus LP3K Sepauk Dilantik, Sekda Sintang Pesan Persiapkan Diri Ikuti Pesparani

Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang menetapkan sejumlah titik vaksinasi rabies gratis di sejumlah kecamatan. Khusus di Kecamatan Sintang, ada 5 titik. Antara lain: Puskeswan, Kantor Kelurahan Kapuas Kanan Hulu, Desa Jerora Satu, Tanjung Puri dan Akcaya.

"Semoga melalui momentum peringatan Hari rabies sedunia penyakit rabies yang merupakan penyakit zoonosis dan juga berasal dari hewan bisa lekas berakhir. Mari kita tingkatkan kepedulian terhadap kesehatan hewan lingkungan dan masyarakat," ajak Ulidal.

Sebagaimana diketahui, kasus gigitan hewan penular rabies belum mereda di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Bahkan, Dinas Kesehatan mencatat setiap harinya ada menerima laporan kasus gigitan.

Sepanjang tahun 2022, tercatat 209 kasus gigitan dan menyebabkan dua orang meninggal dunia.

Gigitan hewan penular rabies menelan 112 korban jiwa sepanjang 8 tahun terakhir dengan total 19.619 kasus gigitan. Dari 14 Kabupaten kota di Kalbar, hanya Pontianak yang masih bebas dari kasus rabies.

Kasus rabies di Kalimantan Barat, muncul pada Oktober 2014. Delapan tahun lamanya, kasus ini belum mereda hingga saat ini masih banyak laporan kasus gigitan maupun korban jiwa.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved