80 Orang Terjaring Razia, Sejumlah Penginapan Ada Pasangan di Luar Nikah

Wabup Fahrur Rofi secara tegas memberikan sanksi berat dan mencabut perizinan penginapan-penginapan yang menampung anak-anak di bawah umur dan pasanga

Penulis: Imam Maksum | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wabup Fahrur Rofi memimpin razia di sejumlah penginapan di Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Rabu 28 September 2022 malam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Sebanyak 80 orang terjaring Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dipimpin Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi, S.IP.,MH.Sc di sejumlah tempat di Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Rabu 28 September 2022 malam.

Dari 80 orang terjaring itu, sebagian tidak memiliki identitas bahkan masih di bawah umur. Selain itu, banyak pula ditemukan pasangan di luar nikah, dalam kamar penginapan.

Wabup Fahrur Rofi secara tegas memberikan sanksi berat dan mencabut perizinan penginapan-penginapan yang menampung anak-anak di bawah umur dan pasangan tidak menikah yang ditemukan dalam satu kamar.

Forkopimda Sambas Patroli Pekat dan P4GN, Wabup Fahrur Rofi Pimpin Razia Sejumlah Tempat

"Total semua yang terjaring dalam operasi pekat sekitar 80 orang, ada yang tidak punya identitas dan ada yang di bawah umur. Kita juga terapkan sanksi berat juga kepada penginapan-penginapan tersebut yang menampung penghuni-penguhuni pelaku tindak penyimpangan," ucapnya Kamis 29 September 2022.

Wakil Bupati Sambas Fahrur Rofi, beserta jajaran Polres Sambas, Kodim 1208 Sambas, Kejari Sambas, BNN Kota Singkawang, MUI Kabupaten Sambas dan OPD terkait menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) di lima desa, di Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Rabu 28 September 2022 malam. 

Fahrur Rofi, mengatakan bahwa Pemda Sambas melakukan operasi pekat tersebut secara gabungan. Hasil operasi tersebut ditemukan tindakan asusila yang mana banyak pasangan belum menikah didapati di dalam kamar penginapan.

Lebih miris terdapat anak-anak di bawah umur yang juga ikut terjaring. 

"Saya bersama tim gabungan bersama dengan Polres, Kodim, Kejaksaan, BNN Kota Singkawang, MUI Kabupaten Sambas dan OPD terkait melakukan razia operasi penyakit masyarakat di malam hari di 5 titik desa yang ada di Kecamatan Sambas. Alhamdulillah pada operasi tersebut kenakalan-kenakalan yang ditemukan yaitu tindakan asusila," ujarnya.

Pihaknya menjaring pasangan-pasangan yang tidak menikah itu di dalam kamar sejumlah penginapan yang ada di kota Sambas.

"Kita dapati juga beberapa orang anak-anak di bawah umur yang ikut terjaring," terang Fahrur Rofi. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved