Setiap Hari Ada Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies di Sintang

Sinto mengimbau masyarakat memanfaatkan momentum vaksinasi rabies gratis yang diadakan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Agus Pujianto
Seekor kucing disuntik vaksin anti rabies saat peringatan Hari rabies sedunia di kantor dinas pertanian dan perkebunan di Kabupaten Sintang. Gigitan hewan penular rabies menelan 112 korban jiwa sepanjang 8 tahun terakhir dengan total 19.619 kasus gigitan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kasus gigitan hewan penular rabies belum mereda di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Bahkan, Dinas Kesehatan mencatat setiap harinya ada menerima laporan kasus gigitan.

"Jadi kasus gigitan terus bertambah, tiap hari ada laporannya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh, Rabu 28 September 2022.

Sepanjang tahun 2022, tercatat 209 kasus gigitan dan menyebabkan dua orang meninggal dunia.

"Per hari dua sampai tiga kasus laporan gigitan, periminggu bisa 10 an kasus," jelas Sinto.

Baca juga: 112 Orang Meninggal Akibat Gigitan Hewan Penular Rabies di Kalbar

Sinto mengimbau masyarakat memanfaatkan momentum vaksinasi rabies gratis yang diadakan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang.

"Rabies ini penyakit zonosis yang ditularkan dari hewan, kebetulan heeannya ini anjing. Saya mengimbau masyarakat yang memiliki anjing dibawa ini mumpung gratis kemudian dibuka dibeberapa tempat untuk divaksin rabies," imbaunya.

Vaksin rabies diberikan pada hewan penular rabies seperti anjing dan kucing diberikan setahun sekali. Selesai divaksin, hewan tersebut sebaiknya tetap dikurung dan diikat supaya aman.

Vaksinasi ini penting untuk pencegahan dan pengendalian kasus gigitan yang dapat menyebabkan timbulnya korban jiwa.

"Vaksin ini diberikan untuk setahun sekali, karena apabila anjing sudah menggigit manusia dan bergejala angka kematiannya ini 100 persen, hampir dikatakan pasti meninggal. Selesai disuntik anjing tetap dikurung, diikat, jangan dibiarkan bebas. Kita imbau anjing dikurung atau diikat biar ndak gigit manusia walaupun anjingnya tidak rabies," imbau Sinto. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved