Lokal Populer

Operasi Pasar dan Bantuan Bahan Pangan Upaya Pengendalian Inflasi dan Mitigasi Dampak Inflasi Kalbar

Sutarmidji melanjutkan perjalanan kunjungan kerjanya, dari Kota Singkawang bertolak ke Kabupaten Bengkayang

TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRI
Gubernur Sutarmidji saat menyerahkan bansos kepada warga Desa Karimunting,, Kabupaten Bengkayang, Selasa 27 September 2022 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji melanjutkan perjalanan kunjungan kerjanya, dari Kota Singkawang bertolak ke Kabupaten Bengkayang untuk menyerahkan bantuan sosial (bansos) paket bahan pangan, Selasa 27 September 2022.

Khusus Kabupaten Bengkayang, Pemprov telah menyiapkan sedikitnya dua ribu paket bahan pangan untuk dibagikan gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dimana bansos diserahkan untuk warga di dua lokasi yakni di lokasi pertama di Desa Karimunting, selanjutnya di Desa Sungai Jaga A, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang.

Meyerahkan langsung bansos kepada masyarakat di Bengkayang, Kedatangan Sutarmidji disambut oleh Bupati Bengkayang Darwis, hingga antusias Ratusan pelajar dan warga juga menyambut kedatangannya di halaman Masjid Jami Mujahidin, Desa Krimunting, Kecamatan Sungai Raya.

Tutup Kunker di Sambas, Sutarmidji Kumpulkan Bantuan 6000 Sak Semen untuk Pembangunan Masjid Sebawi

Gubernur Sutarmidji mengatakan untuk di Bengkayang sendiri, ia bakal menyerahan bansos dalam rangka pengendalian inflasi dan mitigasi dampak inflasi itu di dua lokasi.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Sutarmidji mengatakan bahwa dalam pengendalian inflasi pemerintah daerah harus jeli melihat program yang pas. Pertimbangannya bisa melihat situasi dan kondisi wilayah atau daerah masing-masing.

“Kalau saya (Kalbar) ambil dua, pertama di pasar kita lakukan operasi pasar, tiap minggu cek harga yang mana yang merangkak naik, hentikan kenaikan itu dengan intervensi pasar," ungkapnya.

Lalu yang kedua bagi masyarakat tidak mampu, pihaknya memberikan bantuan berupa paket bahan pangan seperti yang diserahkan di Kabupaten Bengkayang saat ini.

Dengan bantuan tersebut minimal satu kepala keluarga (KK) bisa bertahan tidak membeli kebutuhan pokok untuk sehari-hari selama satu minggu.

“Nah akibatnya apa, itu tidak ada inflasi. Saya lihat metode ini yang benar," tegasnya.

Selain itu ia pun meminta para pejabat dari tingkatan bawah, seperti kepala desa, lurah maupun camat benar-benar memperhatikan masyarakat tidak mampu. Termasuk dari sisi kepesertaan BPJS kesehatan dan partisipasi untuk bersekolah.

“BPJS itu urus jangan waktu sakit baru urus. Sekolah juga, sekolah itu termasuk penyumbang inflasi. Ketika masa penerimaan murid baru dan sebagainya. Jadi harus tahu kapan kita harus memberikan bantuan seragam. Itu wakutunya harus pas," pesannya.

Kemudian yang tak kalah penting dijaga juga menurutnya adalah harga beras. Apalagi beras sebagai penyumbang angka inflasi sebesar 74 persen dari barang-barang yang lain.

“Nah alhamdulillah Kalbar ini sudah mulai swasembada beras. Karena barang tersedia harga tidak terlalu meningkat, paling naik pun Rp100-200, itu pun harus diintervensi supaya tidak naik, kalau perlu deflasi," ujarnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved