Lokal Populer

Kalbar Masuk 10 Provinsi Terbaik Pengendalian Inflasi, DID Digunakan Untuk Bansos dan Operasi Pasar

Provinsi Kalimantan Barat masuk dalam 10 Provinsi di Indonesia yang mendapatkan bonus DID, karena telah berhasil menekan laju inflasi di Kalbar

TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRI
Gubernur Sutarmidji menyerahkan bantuan sosial (Bansos) berupa sembako di Kecamatan Singkawang Barat, Selasa 27 September 2022. 

Lalu Dinas Perhubungan Singkawang juga dalam tiga bulan terakhir ini telah memberikan bantuan sebesarp Rp 200 ribu perbulan untuk para supir angkot, dan Disperindagkop Kota Singkawang juga telah melakukan pasar murah dengan menyiapkan 8000 paket dan ditambah dari dinas lain sebanyak 5000 paket.

Ia mengatakan kabar gembira dalam program inflasi nasional langsung dari Kemenkeu RI bahwa Kalbar masuk 10 provinsi terbaik dalam pengendalian inflasi.

Sehingga Kalbar mendapatkan bonus DID sebesar 10,83 Miliar, dan dari 15 kota terbaik di Indonesia diantaranya adaah Kota Singkawang juga mendapatkan DID sebesar Rp 10,90 miliar.

“Ini adalah kerja sama yang sangat terintegrasi dan kolaborasi antara Pemprov dan Kota Singkawang, serta kabupaten kota lainnya di Kalbar Artinya kerja Pak Gubernur adalah kerja nyata,”ujarnya pada sambutan penyerahan bantuan sosial paket bahan pangan dalam rangka pengendalian inflasi dan mitigasi damlam inflasi di Kantor PKK Kecamatan Singkawang Barat, Selasa 27 September 2022.

Dikatakannya bahwa tentu kerja Gubernur Kalbar ini selalu dimonitor terutama dalam bidang pembangunan di beberapa tahun terakhir yang dirasa sudah sangat bermanfaat bagi masyarakat di bidang kesehatan dan pendidikan.

“Kita sudah dapat menikmati pembangunan Pak Gubernur tentubya di bidang kesehatan dan pendidikan,”pungkasnya. 

Prediksi Inflasi

Pemerintah Provinsi Kalbar mendapat hadiah berupa Dana Insentif Daerah (DID) karena telah berhasil mengendalikan inflasi. Rata-rata pemerintah daerah mendapatkan Rp 10,32-10,83 miliar, Provinsi Kalbar berada diperingkat pertama dengan DID sebesar Rp 10,83 miliar.

Berikut tanggapan Pengamat Ekonomi Universitas Tanjungpura Pontianak, Eddy Suratman.

Selamat kepada pemerintah provinsi yang telah mampu bekerja keras sehingga inflasi kita terkendali dengan baik. Apalagi angka insentifnya kita peringkat satu, artinya yang terbesar kita yang terbaik peringkat pertama secara nasional.

Anggaran Besar Untuk Pengendalian Inflasi di Kabupaten Sintang

Saya kira ini semuanya tim TPID patut kita apresiasi, baik tim TPID Provinsi maupun tim TPID Kota Pontianak. Inflasi terkendali karena upaya TPID dalam kebijakan pengendalian harga kebutuhan pokok, ketersediaan barang kebutuhan pokok, distribusi yang lancar, biaya logistik yang bisa kita tekan, kemudian aparat yang terus bekerja agar tidak ada pengusaha yang melakukan penumpukan barang yang menyebabkan kenaikan harga.

Upaya lain yang dilakukan TPID seperti langkah-langkah yang sesekali membagikan bibit, mengarahkan masyarakat untuk menyediakan misalnya cabe, supaya harga cabe tidak naik mereka menanam cabe, kemudian kebijakan untuk mendorong masyarakat menanam sayur memenuhi kebutuhan sendiri.

Bantuan sosial berupa pangan hingga operasi pasar juga memberikan andil dalam pengendalian inflasi. Karena biasanya inflasi itu yang besar itu saat ini adalah dari bahan makanan. Jadi kalau ada bansos seperti itu, akan sangat membantu untuk menahan harga-harga tidak naik.

Kita berharap kebijakan ini tetap bisa dilakukan melalui evaluasi supaya titik-titik yang angka inflasinya bisa kita kendalikan, perlu kita perhatikan lebih lebih sungguh-sungguh itu bisa tepat sasaran kebijakannnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved