Lokal Populer

Kalbar Masuk 10 Provinsi Terbaik Pengendalian Inflasi, DID Digunakan Untuk Bansos dan Operasi Pasar

Provinsi Kalimantan Barat masuk dalam 10 Provinsi di Indonesia yang mendapatkan bonus DID, karena telah berhasil menekan laju inflasi di Kalbar

TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRI
Gubernur Sutarmidji menyerahkan bantuan sosial (Bansos) berupa sembako di Kecamatan Singkawang Barat, Selasa 27 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kabar menggembirakan dari Kementerian Keuangan RI (Kemenkeu RI), bagi daerah yang berhasil menekan laju inflasi dari bulan Mei sampai Agustus 2022 tahun berjalan diberikan bonus Dana Insentif Daerah (DID).

Diantaranya Provinsi Kalimantan Barat masuk dalam 10 Provinsi di Indonesia yang mendapatkan bonus DID, karena telah berhasil menekan laju inflasi di Kalbar.

Dengan kebehasilan tersebut, Provinsi Kalbar mendapatkan DID sebesar Rp 10,83 Miliar dari Kemenkeu RI.

Seperti diketahui bahwa dalam menekan laju inflasi di Kalbar, beberapa program telah dilakukan oleh Gubernur Sutarmidji yang turun langsung ke lapangan untuk membagikan bantuan sosial (bansos) berupa sembako. Selain itu dilakukan juga operasi pasar murah, dengan memberikan subsidi pangan.

Raih 10 Kali WTP Berturut-turut, Pemkab Sintang Dapat Insentif DID Rp 10,66 Miliar

Dalam sambutannya saat menyerahkab bansos kepada masyarakat di Kecamatan Singkawang Barat, Sutarmidji mengatakan bahwa Kalbar mendapatkan DID sebesar Rp 10,83 miliar tersebut dari Kemenkeu akan digunakan untuk pemberian bansos dan operasi pasar kedepanya.

“Alhamdulillah kerja keras kita dalam mengendalikan inflasi di Kalbar bagus dan kita termasuk yang paling besar mendapatkan insentif sebesar Rp 10,83 miliar yang akan saya gunakan untuk bansos dan operasi pasar,”ujar Midji.

Selain Pemprov Kalbar yang mendapatkan DID sebesar Rp 10,83 miliar, ditingkat kabupaten Kota di Kalbar yang juga mendapatkan insentif DID yakni Kota Pontianak sebesar Rp 10,59 miliar, Kota Singkawang sebesar Rp 10, 90 miliar, Kabupaten Sintang sebesar Rp 10,66 miliar.

Sutarmidji mengatakan bantuan sosial diberikan untuk subsidi kenaikan BBM, karena kenaikan harga BBM yang biasanya akan berdampak pada harga pangan di pasar.

Maka untuk mengendalikannya Pemprov Kalbar telah melakukan beberapa program yakni pasar murah dipasar-pasar, dan subsidi pangan penyerahan bantuan sosial (bansos).

“Bagi yang tidak mampu kita berikan bantuan paket sembako untuk masyarakat,”ucapnya.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan kali ini kunkernya ke Kota Singkawang menyerahkan bansos ke dua kecamatan dahulu, selanjutnya akan menyusul di tiga kecamatan di Singkawang.

Ditempat yang sama, Wakil Wali Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Irwan menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Kalbar yang telah menyerahkan langsung bansos bahkan dalam sehari bisa melakukan 10 acara ketika kunker.

Dikatakannya dalam melaksanakan instruksi Presiden untuk pengendalian inflasi maka Pemkot Singkawang telah melakukan beberapa upaya.

Diantaranta Dinas Pertanian Singkawang telah menganggarkan Rp 300 juta untuk pembibitan di pekarangan rumah dalam mengatasi pangan, seperti cabe, jenis sayur dan lainnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved