Kadiskes Hary Agung Sebut Vaksin Meningitis Terbatas di Kalbar

Lebih lanjut Kadiskes menjelaskan, untuk pelaksanaan pengelolaan vaksin meningitis sebagai persyaratan haji dan umroh dilakukan oleh Kantor Kesehatan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Kadiskes Kalbar, Hary Agung saat ditemui di Ruang Kerjanya. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, drg. Hary Agung mengatakan untuk saat ini stok ketersediaan vaksin meningitis sudah sangat menipis di kedinasannya.

Dirinyapun berharap di bulan Oktober tahun 2022 mendatang, Kementerian Kesehatan memberikan tambahan kuota untuk vaksin meningitis.

“Ya sangat terbatas, berharap awal Oktober ini akan mendapatkan distribusi vaksin meningitis kembali dari kemenkes,” jelasnya, Rabu 28 September 2022.

Lebih lanjut Kadiskes menjelaskan, untuk pelaksanaan pengelolaan vaksin meningitis sebagai persyaratan haji dan umroh dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan /KKP.

Berdasarkan informasi yang dirinya himpun dari KKP, untuk mendapatkan vaksinasi meningitis calon peserta vaksin harus mendaftarkan diri melalui aplikasi online terlebih dahulu.

Diskes Sekadau Sebut Vaksin Meningitis Hanya Ada Sesuai Kebutuhan Calhaj

Dia menyebut sampai hari Jumat minggu lalu, peserta yang mendaftar melalui aplikasi online sudah memenuhi vaksin yang saat ini tersedia.

“Sehingga KKP harus menunggu supply vaksin meninggitis dari kemenkes yang diperkirakan awal bulan oktober,” ungkapnya.

Menurut penuturan Kadiskes, kondisi menipisnya vaksin meningitis tersebut dirasakan secara nasional.

Ia menyebut, kelangkaan vaksin meningitis dikarenakan kurangnya produksi vaksin oleh pabrikan.

Hal tersebut berkenaan dengan terjadinya pandemi Covid-19 yang menyebabkan terhentinya ibadah haji dan umroh selama kurang lebih dua tahun di Indonesia. Sehingga produsen mengurangi produksi vaksin meningitis.

“Hal ini berdampak saat ini, ketika ibadah haji dilaksanakan kembali dan haji umroh yg sangat meningkat jemaahnya, namun tidak diimbangi dengan kesediaan vaksin/produk vaksin meningitis,” katanya.

“Kemenkes sedang berupaya untuk meminta produsen Biofarma meningkatkan produksinya dan mendatangkan vaksin dari luar,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved