Hadapi Era Digitalisasi, Edi Rusdi Kamtono Imbau Masyarakat Pontianak Perkaya Literasi Digital

sektor pendidikan berperan  penting dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dalam menghadapi derasnya arus informasi

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membuka Kick Off Literasi Digital bagi Sekolah Menengah Kejuruan Kota Pontianak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengimbau kepada generasi muda, khususnya peserta didik, agar membekali diri dengan literasi digital yang mumpuni.

Hal tersebut ia sampaikan, lantaran keterampilan dalam literasi digital sangat urgent mengingat saat ini sudah memasuki era modern dan digitalisasi.

Dalam hal ini, sektor pendidikan berperan  penting dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dalam menghadapi derasnya arus informasi di era kekinian.

Antusias Warga Ikuti Pemeriksaan Gratis yang Digelar Baznas Pontianak

Sehingga tidak hanya bagi kalangan peserta didik. Namun para tenaga pendidik harus juga mampu menerangkan kepada pelajar tentang bagaimana mengelola informasi.

“Literasi digital harus terus berlanjut, karena masyarakat terus bertumbuh dan berkembang. Perubahan sekarang begitu cepat,” ucapnya.

Hal itu, ia sampai setelah membuka secara resmi Kick Off Literasi Digital bagi Sekolah Menengah Kejuruan Kota Pontianak oleh Relawan TIK Kalimantan Barat (Kalbar) di Aula Binaul Diskominfo Provinsi Kalbar, Rabu 28 September 2022.

Wako Edi menilai, bahwa keperluan sebuah individu terhadap Gedget sangat tinggi, bahkan saat ini bisa dikatakan sebagai keperluan premier.

Pada beberapa kasus, dirinya menggambarkan, ada orang yang lebih memilih kehilangan dompet ketimbang gawai.

Dia kemudian memberikan apresiasi kepada penyelenggara Literasi Digital, yaitu RTIK Kalbar.

Agenda serupa dikatakannya tidak boleh berhenti karena dinilai membentengi dampak negatif dari media sosial.

“Semoga para relawan ini tetap semangat, karena saya yakin mereka telah bekerja secara gerilya ke tempat-tempat yang tidak terjangkau. Mari kita jadikan literasi digital ini sebagai sarana diskusi, harus kita gunakan di kepentingan kemajuan. Jadi, lingkungan kita bisa memberikan suasana yang positif,” ucapnya.

Selain itu, imbuh Edi, pemahaman terhadap data juga tidak kalah penting. Dia berpesan agar peserta bisa menyimak dengan baik penjelasan narasumber.

Hal itu agar data-data yang terhimpun dalam suatu wadah, bisa dioptimalkan sehingga tercipta kebijakan dan program kerja yang menyentuh akar permasalahan di elemen masyarakat.

“Biasanya setiap daerah punya dinas yang mengurus itu, kalau di Kota Pontianak ada diskominfo yang membawahi pontive center. Di sana tersimpan seluruh data yang ada di Kota Pontianak, informasi seputar perkotaan. Ada pula co-working space, siapapun boleh menggunakan fasilitas itu,” tuturnya.

Pemanfaatan teknologi juga membantu sektor pendidikan dengan aplikasi yang telah dibangun. Edi meminta peserta untuk memahami dunia virtual sebagai upaya efisiensi pekerjaan. 

“Misalnya saya ingin tahu pendapatan Kota Pontianak hari ini secara real time, atau juga melihat CCTV kondisi jalan. Nah itu kemudahan yang sudah tersedia, tapi jangan sampai kecanduan,” imbuhnya.

Edi menyampaikan, terdapat empat pilar literasi digital yang harus diketahui. Keempat pilar itu adalah etika, budaya, keamanan hingga skill digital.

“Pesan saya silahkan bermain media sosial tapi dengan bijak. Jika ada hal yang tidak disukai, jangan buru-buru disampaikan. Tapi tahan dan resapi maknanya, atau sampaikan dengan santun,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved