Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar Siapkan Pengembangan Pertanaman 70 Hektare Cabai

Florentinus mengatakan komoditas strategis sub sektor Hortikultura yang rentan dan selalu memberikan dampak pada inflasi yaitu bawang merah,

Penulis: Maskartini | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Dok Dinas Tanaman Pangan
Petani membersihkan cabai pasca panen. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar mempersiapkan pengembangan pertanaman 70 ha cabai rawit dan 40 hektare (ha) bawang merah tersebar di 7 kabupaten, serta mempersiapkan cabai siap panen untuk kelompok masyarakat.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar, Florentinus Anum mengatakan upaya tersebut dilakukan dalam rangka mempersiapkan lonjakan kebutuhan komoditi pangan strategis di akhir tahun desember 2022 pada saat momen hari besar keagamaan natal dan tahun baru (Nataru).

Florentinus mengatakan komoditas strategis sub sektor Hortikultura yang rentan dan selalu memberikan dampak pada inflasi yaitu bawang merah, Cabai besar dan Cabai rawit. 

Tanam Cabai Varietas Cakra Jadi Cara Pemerintah Singkawang Tekan Inflasi Pangan

Berdasarkan Sistem Penyajian Data Statistik Pertanian Hortikultura (Sipedas Hortikultura), sampai dengan Agustus 2022 produksi cabai rawit di Kalbar sebesar 3.967 ton. 

Kebutuhan Kalbar dengan jumlah penduduk 5.466.942 jiwa khusus rumah tangga untuk cabai rawit sampai dengan Agustus yaitu 4.264 ton.

"Komoditas cabai rawit setiap tahunnya produksi kita rata-rata untuk cabai besar 1.800 ton per tahun dan cabai rawit 5.400 ton per tahun. 

Dari sisi konsumsi yang banyak membutuhkan khususnya cabai rawit yaitu rumah makan, restoran, hotel-hotel, cafe, catering dan indsutri-industri pengelola seperti Indofood, sedangkan kebutuhan cabai rawit untuk Konsumsi Rumah Tangga (masyarakat) relatif kecil.

Pada saat ini luas lahan cabai rawit yang masih aktif berproduksi dan siap dipanen sepanjang akhir September, Oktober, November, Desember 2022 adalah 465 Ha, yang lokasinya menyebar di Kecamatan-Kecamatan, Kabupaten dan Kota di Kalbar, dengan perkiraan produksi di 3 bulan kedepan (Oktober-Desember) adalah 1.778 ton. 

"Cabai bisa dipanen dua kali dalam seminggu dan berproduksi terus-menerus selama 6-8 bulan," ujarnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved