Lokal Populer

Putus Sejak Agustus 2022, Jembatan Gantung di Desa Nanga Masau Sintang Hingga Kini Belum Diperbaiki

Saragih mendorong masyarakat untuk sementara waktu swadaya membuat jembatan alternatif agar dapat dilewati sambil menunggu perbaikan dari pemerintah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Dok Yudius
Camat kayan Hulu, yudius meninjau Kondisi jembatan gantung nanga masau yang putus diterjang banjir Agustus lalu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang akan mengusulkan perbaikan jembatan gantung Desa Nanga Masau melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang akan mengusulkan perbaikan jembatan gantung Desa Nanga Masau melalui dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

"Putusnya pertengahan tahun jadi mau dicoba melalui dana BTT kalau dana tersebut masih ada," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, Bernhard Saragih kepada Tribunpontianak, Senin 26 September 2022.

Jembatan gantung di Desa Nanga Masau, rusak berat diterjang banjir bandang pada 2 Agustus 2022 pagi. Jembatan ini, merupakan penghubung antara Dusun Batu Lalu dan Dusun Masau Satu. Jembatan ini merupakan akses satu-satunya masyarakat setempat termasuk pelajar yang sekolah di SDN 06 Nanga Masau.

Saragih mengaku belum mengetahui soal BTT apakah dana tersebut masih ada atau tidak.

Pengurus LP3K Sepauk Dilantik, Sekda Sintang Pesan Persiapkan Diri Ikuti Pesparani

"Karena ada tidak ada dana tersebut bukan kami BPDB yang tahu tapi pihak DPKKAD dan TAPD Kabupaten Sintang," jelasnya.

Saragih mendorong masyarakat untuk sementara waktu swadaya membuat jembatan alternatif agar dapat dilewati sambil menunggu perbaikan dari pemerintah.

"Sementara waktu bisa dicari solusinya bersama masyarakat, apakah ada gotong royong buat jembatan darurat sebelum ada tindakan pembenahan dari pemerintah, atau apakah bisa dana desa digunakan dahulu untuk emergency," kata Saragih.

Menurut Saragih, pembenahan dari pemerintah memerlukan waktu. Ada beberapa proses yang harus dilengkapi.

"Dana pemerintah melalui proses juga. kalau dari BPBD untuk beberapa jembatan sudah cleare semuanya dengan data pendukung, semuanya sudah dan mereka lagi bahas di TAPD, bagaimana tentang beberapa jembatan usulan BPBD untuk perbaikan segera tersebut," jelas Saragih.

Tidak Sekolah

Camat Kayan Hulu, Yudius merasa prihatin atas kondisi yang dialami warga Desa Nanga Masau. Jembatan gantung penghubung antar dusun putus total diterjang banjir bandang. Akses masyarakat khususnya pelajar terhambat. Bahkan ada satu siswa yang memilih berhenti sekolah.

"Ada satu anak yang ndak mau sekolah karena jembatan gantung putus," kata Yudius kepada Tribunpontianak, Senin 26 September 2022.

Junaedi Harap Ekonomi Masyarakat Sintang Bangkit Lewat Sertipikat Tanah

Yudius khawatir, satu anak ini dapat mempengaruhi siswa lain berhenti sekolah."Satu anak ini bisa berdampak kepada teman-teman dia yang lainnya, melihat dia berhenti yang lain bisa saja terpengaruh mau berhenti juga," ungkapnya.

Jembatan gantung di Desa Nanga Masau, rusak berat diterjang banjir bandang pada 2 Agustus 2022 pagi. Jembatan ini, merupakan penghubung antara Dusun Batu Lalu dan Dusun Masau Satu. Jembatan ini merupakan akses satu-satunya masyarakat setempat termasuk pelajar yang sekolah di SDN 06 Nanga Masau.

"Kalau anak yang besar nyeberang sendiri pakai sampan. Yang kecil masih diantar," kata Yudius.

Nanga Masau merupakan desa di perhuluan sungai kayan, termasuk Desa Merah Arai dan Tapang Menua. Akses menuju Desa ini, hanya melalui sungai.

"Akses transportasi satu-satujya hanya jalur sungai, kalau perjalanan normal dan debit air normal 5-6 jam dari Nanga Tebidah ke Tapang Menua tetapi kalau musim kemarau perjalanan bisa di tempuh 5 hari 5 malam perjalanan," kata Yudius.

Kades Nanga Masau sudah melayangkan surat ke Pemkab Sintang. Camat Kayan Hulu juga menimpali dengan surat lanjutan ke BPBD. Sayang, hingga kini belum ada angin segar.

"Kades sudah melayangkan surat, Camat Kayan Hulu juga sudah melayangkan surat kepada dinas yang menangani bencana, namun sampai hari ini belum ada kepastian kapan jembatan roboh di bangun. Kalau ditanya (jawabnya) siap pak, tahun ini kita kerjakan tapi nyatanya tanda-tandanya belum ada juga. Miris anak ada yang memilih putus sekolah karena tak mungkin berenang nyeberang sungai," ungkap Yudius. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved