Polemik Tarif Mahal Event Kulminasi, EO Sporta Indonesia Siap Penuhi Rekomendasi DPRD Pontianak

Sporta Indonesia ini telah ditunjuk dan mendapatkan rekomendasi dari Dispporapar Kota Pontianak sebagai EO (Event Organizer) dalam mengorganisir

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak telah melakukan rapat pemanggilan dengan panitia pelaksana (EO) Event Pesona Kulminasi 2022 beserta beberapa OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Pontianak termasuk Disporapar, BKD dan beberapa OPD lainnya di ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Pontianak, Selasa 27 September 2022. 

TRIBUNPONTINAK.CO.ID, PONTIANAK - Komisaris Sporta Indonesia, Ongky Lesmana menyampaikan, bahwa pihaknya siap memenuhi dan akan menindaklanjuti masukan-masukan ataupun catatan yang direkomendasikan dari DPRD Kota Pontianak.

Hal itu ia ungkapkan pasca rapat bersama Rapat DPRD dan beberapa OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Pontianak yang membahas terkait polemik tarif rangkaian event Pesona Kulminasi terlalu mahal.

Sebagaimana diketahui, bahwa Sporta Indonesia ini telah ditunjuk dan mendapatkan rekomendasi dari Dispporapar Kota Pontianak sebagai EO (Event Organizer) dalam mengorganisir event pesona Kulminasi 2022.

Satarudin Minta Pemkot Pontianak Blacklist Sporta Indonesia Sebagai Penyelenggara Pesona Kulminasi

“Kita berterima kasih kepada Ketua dan anggota DPRD Kota Pontianak. karena kita bisa audensi terkait masukan yang baik kepada kita dan akan kita laksanakan serta yang menjadi kekurangan akan kita perbaiki kedepannya,” ujarnya.

“Sehingga kedepannya kita akan lebih baik dan lebih professional. Dan kita yakin dengan adanya seperti ini, pasti kedepannya akan lebih baik,” imbuhnya.

Atas rekomendasi yang disampaikan oleh DPRD Kota Pontianak itu, menurut Ongky bisa menjadi bahan evaluasi bagi para EO tidak hanya bagi pihaknya tetapi bagi EO lainnya di luar sana dan pihaknya pun menyatakan siap untuk melengkapi apa-apa yang menjadi syarat-syarat tersebut.

“Mungkin ada hal yang kita tidak tahu, bahwa ada rekomendasi seperti yang disampaikan oleh DPRD itu, maka dengan adanya masukan dari dewan ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kita di internal. Sehingga dari EO diluar sana pun bisa belajar dari kesalahan kita ini sehingga semua bisa dipersiapkan,” ujanya. 

Ongky menjelaskan, bahwa memang pada konser yang mendatangkan artis ibu kota di Taman Alun Kapus, diakuinya memang dikenakan tarif.

Namun ditegaskannya, bahwa itu murni dari swasta.

“Tarif itu untuk artis itu,” kata Ongky.

Ongky menjelaskan awal mula pihaknya ditunjuk sebagai EO Event pesona Kulminasi, Ongky mengatakan, bahwa pihaknya pun telah mempresentasikan kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui zoom. Kemudian hasil dari presentasi itu dinilai oleh Kemenparekraf untuk lolos sebagai penyelenggara.

“Setelah itu berjalan kita waktu itu anggaran dari APBD yang nilainya belum diketahui. Sehingga dengan berjalannya waktu saya mengatakan, bahwa ada atau tidaknya APBD, tetap kita laksanakan, karena tujuan kita baik yaitu untuk kemajuan kota Pontianak sehingga ada hiburan. Jadi dalam waktu 5 hari kegiatan itu, hanya 1 hari pada pelaksanaan konser saja yang dikenakan tarif tiket,” ungkapnya.

Selanjutnya, Ongky juga menjelaskan, bahwa EO pada gelaran event tersebut juga mendukung terhadap pelaku UMKM.

Ia menyebut, pada gelaran event yang berlangsung selama event selama 5 hari itu, pihaknya melibatkan 32 pelaku UMKM.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved