Lerry Kurniawan Figo Apresiasi Langkah Pemkab yang Berhasil Mekarkan Dua Desa di Sambas

Dua desa yakni Desa Arga Pura dan Desa Sapak Hulu di Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas, resmi mengambil dan pengesahan kode desa.

Penulis: Imam Maksum | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Sambas H Satono menerima penyerahan SK kode wilayah dua desa di Kecamatan Subah, hasil pemekaran baru. Penyerahan tersebut dilakukan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, John Wempi Wetipo, di Jakarta, Senin 26 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Ketua Komisi I DPRD Sambas Lerry Kurniawan Figo mengapresiasi langkah Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas atas penambahan dua desa di Kabupaten Sambas. Bupati Sambas Satono telah menerima SK kode wilayah baru dari Mendagri.

"Kita apresiasi Pemda Kabupaten Sambas melalui Bupati dan perangkat daerahnya yang selalu maksimal dalam melengkapi berbagai dokumen persyaratan administrasi dan teknisnya. Selamat dan sukses atas pemberian dua kode desa dari Kemendagri," tuturnya Selasa 27 September 2022

Dua desa yakni Desa Arga Pura dan Desa Sapak Hulu di Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas, resmi mengambil dan pengesahan kode desa.

"Ini secara seremonial dihadiri langsung oleh Bupati Sambas di Kantor Kemendagri," katanya. Selasa.

Bupati Satono Terima SK Kode Wilayah Dua Desa Baru Kabupaten Sambas

Figo mengatakan, dua desa tersebut sudah dinyatakan legal sehingga otomatis bertambah jumlah desa yang ada di Kabupaten Sambas dari 193 menjadi 195 desa.

"Ini artinya Desa Arga Pura dan Sapak Hulu sudah legal menjadi desa baru di Kabupaten Sambas dan jumlah desa yang awalnya 193 desa bertambah menjadi 195 desa," ucapnya.

"Kami sangat senang dengan berita ini, ini tentu akan berdampak baik terhadap pelayanan dan kesejahteraan masyarkat  di desa tersebut, apalagi secara faktual dua desa tersebut mempunyai potensi yang tinggi khususnya dalam hal perkebunan sawit," sambungnya.

Dia menyampaikan, dirinya bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas sebelumnya merasa pesimis untuk pemekaran dua desa tersebut, dikarenakan semenjak UU No 6 tahun 2014 tidak mudah untuk melakukan pemekaran desa.

"Dari awal kita sebetulnya pesimis, namun kita berubah optimis dan salut saat melihat perjuangan masyarakat setempat yang penuh semangat, kompak dan solidaritas dalam usaha pemekaran desa. Ini sejarah baru di Kabupaten Sambas setelah 2014 kita mendapatkan 10 kode desa baru," tuturnya.

"Namun setelah UU Desa terbit No 6 tahun 2014 tidak mudah untuk melakukan pemekaran dan mendapatkan kode desa, ini upaya yang cukup panjang dan menguras energi kita semua, namun ternyata kita berhasil mendapatkannya," jelasnya.

Dia mengungkapkan, masyarakat patut bersyukur karena hampir ribuan desa yang mengusulkan, desa tersebut di Kabupaten Sambas mendapatkan persetujuan dari tim di Kemendagri. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved