Cegah Kenaikan Harga Bahan Pangan, Bulog Kalbar Gelar Pasar Murah

Pada operasi pasar di Falamboyan ini, Bulog Kalbar membawa 7 ton beras, karena rata-rata pihaknya pada operasi pasar membawa 4 sampai 10 ton beras

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Muhammad rokib
foto saat warga membeli beras saat gelaran pasar murah yang digelar BULOG Kalbar di Pasar Flamboyan Pontianak Kalimantan Barat, Selasa 27 September 2022. Tampak pada saat itu Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kalbar Bambang Prihatmoko memantau langsung ke lapangan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dalam rangka mengendalikan inflasi, Bulog Kalbar menggelar menggelar pasar murah bahan pangan pokok di Kabupaten/Kota di Kalbar, termasuk Kota Pontianak.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalbar Bambang Prihatmoko menerangkan, dalam gelaran operasi pasar pangan ini, pihaknya bekerja sama dengan Disperindag Kalbar.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mencegah dan mengantisipasi potensi kenaikan harga barang-barang akibat kenaikan harga BBM. Kegiatan ini kita selenggarakan di 11 titik di Kalbar,” ujarnya usai monitoring operasi pasar di pasar Flamboyan, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa 27 September 2022.

Ia menerangkan, bahwa operasi pasar ini sudah dimulai sejak September 2022 hingga akhir tahun 2022. Lanjutnya, memang operasi pasar ini dipusatkan di pasar tradisional. Untuk di Kota Pontianak disebutkan terdapat 5 titik di pasar tradisional, diantaranya ialah di pasar Flamboyan, pasar Teratai, pasar Kemuning, pasar Mawar dan pasar Dahlia.

Baca juga: Tahapan Pemilu 2024, KPU: Verifikasi Administrasi Untuk Partai Republik Satu Tetap Dilanjutkan!

Pada operasi pasar di Falamboyan ini, Bulog Kalbar membawa 7 ton beras, karena rata-rata pihaknya pada operasi pasar membawa 4 sampai 10 ton beras dan komoditi bahan pangan lainnya.

“Untuk harga, kita di bawah HET untuk beras 5 kilogramnya Rp 45 ribu, jadi per kilonya Rp 9 ribu. Ini jauh di bawah HET beras premium untuk wilayah Kalbar Rp 13.300. Untuk gula 1 kilogram Rp 12 ribu, minyak goreng 1 liter Rp 14 ribu. Mudah-mudahan dengan adanya pasar murah ini dapat membantu warga Kalbar dalam mengantisipsi potensi lonjakan kenaikan harga bahan pangan pokok akibat kenaikan harga BBM,” ucapnya.

Selain komoditas dari Bulog menyediakan beras, gula dan minyak goreng, lanjutnya dari TPID Kalbar juga melakukan pemantauan untuk memastikan ketersediaan dan kelengkapan bahan pangan pokok yang dibutuhkan masyarakat.

“Rencananya kita Se-Kalbar, jadi untuk di Provinsi Kalbar kita sudah ambil 4 kabupaten/Kota yaitu Pontianak, Kubu Raya, Sintang, dan Singkawang. Kita lakukan di pasar tradisional untuk harganya sama untuk komoditas yang disediakan Bulog sehingga tidak mengganggu harga-harga yang ada di pedagang pasar itu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bambang Prihatmoko menyebutkan, bahwa dalam operasi pasar ini, pihaknya telah menyediakan sebanyak 1,500 ton beras. Sehingga masyarakat yang hendak membeli pun juga dibatasi maksimal 2-3 karung beras per satu orang.

“Kalau pedagang kita sudah ada mekanisme sendiri karena tujuannya untuk stabilitas di pasar konsumen, karena lonjakan harga di tingkat konsumen dan Kalbar sendiri beras medium kita masih stabil karena masih di bawah rata-rata harga beras medium nasional. Hanya saja untuk beras premium sendiri ada kenaikan sebagai imbas kenaikan harga BBM baru-baru ini,” ungkapnya.

Bambang Prihatmoko pun memastikan, bahwa untuk beras di wilayah Kalimantan Barat dipastikan tersedia dan aman hingga akhir tahun 2022.

“Stok di Bulog kita aman, sampai akhir tahun kita ada 4.500 ton beras di gudang Bulog yang tersebar di seluruh wilayah Kalbar,” pungkasnya.

Warga Merasa Terbantu

Satu diantara warga yajg berbelanja pada pasar murah tersebut, Sustiono (55) mengaku sangat terbantu.


"Alhamdulillah dengan adanya pasar murah ini sangat membantu bagi kami selaku warga," ucapnya usai berbelanja.

Ia mengakui bahwa harga yang dijual pada pasar murah ini jauh dengan harga di pasaran umumnya.

Jika misalnya harga beras premium di pasaran berkisar Rp13,300 per kilogram. Namun pada pasar murah ini hanya berkisar 9 ribu saja.

"Harganya jauh lebih murah dari pasaran. Sehingga ini sangat membantu warga," imbuhnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved