Hantaru 2022

UMKM Belum Terkelola dengan Baik, Kantah Melawi Dorong Budidaya Pertanian Aren

Program pemberdayaan masyarakat tersebut ialah pendampingan pada kegiatan UMKM yang berbasis pada bidang pertanian

Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Mirna Tribun
KANTAH MELAWI
Antonius, S.SiT. Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Melawi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI - Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Melawi saat ini sedang melakukan program pendampingan pemberdayaan masyarakat.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantah Kabupaten Melawi, Antonius, S.SiT pada saat kesempatan wawancara peringatan ke- 62 Hari Agraria dan Tata Ruang (Hantaru) 2022, Jumat, 23 September 2022.

Program pemberdayaan masyarakat tersebut ialah pendampingan pada kegiatan UMKM yang berbasis pada bidang pertanian, yaitu pada para petani aren atau lira yang berada di Desa Tanjung Lai Kabupaten Melawi.

"Salah satu UMKM yang ada di Kabupaten Melawi yang belum terkelola dan terekspos secara baik, yaitu pelaku UMKM petani aren," ucapnya.

Kehadiran Kantah dalam melakukan pendampingan kepada para petani aren ini, diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Melawi ini.

Alasan lain yang melatarbelakangi pendampingan pada petani aren adalah, belum adanya produk kuliner unggulan yang menjadi icon nya Kabupaten Melawi.

Kantor Pertanahan Sekadau Targetkan 5.230 Bidang Tanah Disertifikasi Tahun 2022

Sehingga produk ini di angkat dengan harapan, dapat mendongkrak perekonomian masyarakat Melawi baik dalam dunia pertanian maupun dunia pariwisata di bidang kuliner.

"Karena di Kabupaten Melawi sejauh ini belum ada produk kuliner yang menjadi icon nya Melawi, sejauh ini belum ada," ucapnya.

Produk dari pohon nira ini, dalam hal ini ialah gula aren, diketahui telah ada dan menjadi komoditas masyarakat daerah di Kabupaten Melawi sejak lama.

Bahkan secara tradisional produk gula aren ini sangat mudah untuk ditemukan hampir di seluruh daerah di Kabupaten Melawi.

Diketahui memang hampir sebagian besar wilayah Kabupaten Melawi merupakan kawasan hutan, sehingga pohon Nira yang merupakan tumbuhan yang hidup secara liar atau alami di hutan-hutan ini cukup mudah ditemui.

"Sekitar 77 persen dari wilayah Melawi adalah kawasan hutan," ucapnya.

Olehnya, hal ini dilihat sebagai peluang usaha yang baik untuk masyarakat, sebab tumbuhan yang dengan mudah dapat hidup secara liar akan sangat mudah pula untuk dibudidayakan dalam skala besar.

"Dalam pendampingan tersebut kita coba jadikan aren yang tadinya merupakan tumbuhan liar atau alami yang bukan tumbuhan budidaya, kita coba arahkan kepada petani untuk menjadi petani budidaya aren," ucapnya.

Peringatan Hantaru ke- 62, Ini Capaian dan Sejumlah Program Kantah Kubu Raya

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved