Pendaftaran PPPK 2022, Pemprov Kalbar Siapkan Kuota 1333 Formasi untuk Jabatan Guru

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat, Rita Hastarita mengatakan, Provinsi Kalbar mendapat jumlah kuota

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Muhammad Luthfi
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat, Rita Hastarita saat diwawancarai di UPT Museum Provinsi Kalimantan Barat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun 2022 untuk jabatan guru sudah dibuka. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat, Rita Hastarita mengatakan, Provinsi Kalbar mendapat jumlah kuota untuk formasi guru sebanyak 1.333 orang. 

Kadisdikbud juga menyebutkan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon pelamar seleksi PPPK Guru 2022.

Bupati Kayong Utara Citra Duani Upayakan Usulan Penambahan Kuota ASN dan PPPK

Menurut penuturannya, calon pelamar harus memenuhi persyaratan umum sebagai berikut, 

• Warga Negara Indonesia (WNI)
• Usia paling rendah 20 tahun dan paling tinggi 59 tahun pada saat pendaftaran
• Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara 2 tahun atau lebih.
• Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai pegawai negeri sipil, PPPK, prajurit Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, atau pegawai swasta.
• Tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis.
• Memiliki sertifikat pendidik dan/atau kualifikasi pendidikan dengan jenjang paling rendah sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) sesuai dengan persyaratan.
• Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan jabatan yang dilamar.
• Surat keterangan berkelakuan baik 
• Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.
 
Lebih lanjut ia menjelaskan, calon pelamar yang dapat mendaftar sebagai PPPK JF Guru pada Instansi Daerah Tahun 2022 terdiri atas kategori pelamar prioritas dan pelamar umum. 

Untuk Pelamar prioritas terdiri atas pelamar prioritas I, pelamar prioritas II; dan pelamar prioritas III.

“Pelamar prioritas I terdiri atas THK-II yang memenuhi Nilai Ambang Batas pada seleksi PPPK JF Guru Tahun 2021,” jelasnya, Senin, 26 September 2022.

“Guru non-ASN yang memenuhi Nilai Ambang Batas pada seleksi PPPK JF Guru Tahun 2021 Lulusan PPG yang memenuhi Nilai Ambang Batas pada seleksi PPPK JF Guru Tahun 2021 dan Guru Swasta yang memenuhi Nilai Ambang Batas pada seleksi PPPK JF Guru Tahun 2021,” timpalnya. 
 
Ia menambahkan, untuk Pelamar prioritas II merupakan THK-II dan Pelamar prioritas III merupakan Guru non-ASN di sekolah negeri yang terdaftar di Dapodik dan memiliki masa kerja paling rendah 3 (tiga) tahun.

Kemudian pengadaan PPPK JF Guru tahun 2022 dilaksanakan melalui tahapan, pertama perencanaan, pengumuman lowongan, pelamaran, seleksi, pengumuman hasil seleksi dan pengangkatan menjadi PPPK.

“Lulusan PPG yang terdaftar pada database kelulusan PPG di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dan pelamar yang terdaftar di Dapodik,” ungkapnya. 

Terakhir, Kadisdikbud mengatakan bahwa proses pendaftaran akan dilakukan sesuai dengan peraturan dan perundang yang berlaku. 

Hal tersebut guna memastikan proses rekurtment berjalan sebagaimana mestinya. 

“Mengikuti mekanisme dan prosedur sesuai peraturan dan Perundang undangan yang berlaku,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved