Hadiri Misa HUT Ke 44 Paroki Salib Suci Ngabang, Ini Pesan Sekda Landak

Vinsensius menyampaikan kepada seluruh umat yang hadir untuk tidak meninggalkan ibadah dan gereja sesibuk apapun pekerjaan atau usaha yang dilakukan.

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Diskominfo Landak
Sekda Landak Vinsensius S Sos MMA saat menghadiri Misa HUT ke 44 Paroki Salib Suci Ngabang 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Landak Vinsensius S Sos MMA menghadiri Misa HUT Ke-44 Paroki Salib Suci Ngabang pada Minggu 25 September 2022.

Misa tersebut dipimpin langsung oleh Pastor Faustus Bagara OFM CAP Minister Provinsial Kapusin Pontianak dan diihadiri oleh Pastor Kepala Paroki Ngabang Beserta Suster dan Para Umat Paroki Salib Suci Ngabang, di Gereja Katolik Salib Suci Ngabang.

Dalam kesempatan tersebut Sekda Landak Vinsensius menyampaikan atas nama Pemerintah Kabupaten Landak selamat Hari Ulang Tahun yang Ke-44 Paroki Salib Suci Ngabang.

“Selamat meperingati Hari Ulang Tahun Ke-44 Paroki Salib Suci Ngabang, dan marilah kita bergembira ria merayakan Hari Ulang Tahun Gereja Katolik Salib Suci Ngabang yang sudah eksis selama 44 tahun ini,” ujar Vinsensius.

Kapolres Landak Pimpin Upacara Sertijab Kasat Reskrim Polres Landak

Lebih lanjut Vinsensius menyampaikan kepada seluruh umat yang hadir untuk tidak meninggalkan ibadah dan gereja sesibuk apapun pekerjaan atau usaha yang dilakukan.

“Patut kita syukuri bahwa kita sudah melalui tiga SK Tuhan, yaitu hidup, jodoh, dan rezeki. Hidup atau lahir disini dalam artian kita sudah ditakdirkan oleh Tuhan untuk terlahir di negara yang kaya ini. Kedua, jodoh maksudnya disini adalah jika kita begitu cinta dengan Tuhan maka kita akan dijodohkan menjadi suster, pastor, atau pun bruder,” tutur Vinsensius.

Vinsensius juga mengatakan bahwa yang ketiga dari SK Tuhan adalah rezeki dan bahwa rezeki itu sudah diatur oleh Tuhan.

“Kita semua yang berada disini hendaknya kaya hati, perasaan, sosial, gotong royong, kebersamaan, dan kekeluargaan. Jika bapak ibu memelihara iri, dengki, cemburu, curiga, sakit hati, marah, dan benci maka saat itulah bapak ibu sekalian miskin hati, dan pikiran dan pada saat itulah kita sakit. Maka dari itu, marilah kita pelihara pikiran-pikiran positif,” tutup Vinsensius. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved