Dandim Sambas Dampingi Komandan Korem 121/Abw Resmikan Jalan Rambat Beton di Sajingan Besar

"Ada satu poin yang menurut kami yang ini perlu kita bangkitkan kembali. Artinya dalam kegiatan operasi teritorial ini dilaksanakan bersama-sama antar

Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/IMAM MAKSUM
Komandan KOREM 121/ABW Brigjen TNI Pribadi Jatmiko meresmikan dan menandatangani prasasti jalan rambat beton di Dusun Sasak, Desa Sentaban, Kecamatan Sajingan Besar, Sambas, Senin 26 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Komandan Kodim 1208 Sambas mendampingi Komandan Korem 121/Abw menutup Operasi Teritorial (Opster) TNI sekaligus meresmikan Jalan Rambat Beton di Desa Santaban, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Senin 26 September 2022.

Jalan rambat beton sepanjang 1500 meter diresmikan Danrem Brigjen TNI Pribadi Jatmiko dengan prosesi Ritual adat dayak desa setempat. Danrem 121/Abw juga menandatangani prasasti peresmian jalan rambat beton.

Dandim 1208 Sambas Letkol Inf Dadang Armada Sari mengatakan semangat kebersamaan antara TNI dan Rakyat dalam menjalin semangat gotong royong mesti dirawat. Dia menambahkan, TNI dan rakyat dapat bersatu padu menjaga daerah perbatasan khususnya.

"Ada satu poin yang menurut kami yang ini perlu kita bangkitkan kembali. Artinya dalam kegiatan operasi teritorial ini dilaksanakan bersama-sama antara TNI bersama rakyat," ucapnya.

Letkol Inf Dadang Armada Sari menambahkan kedepan perlu dikembangkan yaitu rasa kebersamaan, kerja sama, kekeluargaan, gotong royong antara seluruh komponen.

Komandan Korem 121/Abw, Brigjen TNI Pribadi Jatmiko Pimpin Upacara Penutupan Opster

"Kerjasama, kekeluargaan dan gotong royong yang hari ini mungkin perlu kita kembangkan kembali, artinya kita di wilayah perbatasan ini, siapa lagi yang mau menjaganya," tuturnya.

Dia mengatakan, TNI-Polri kekuatannya terbatas, karenanya tetap punya kelemahan. Jika masyarakatnya manunggal, imbuh dia, masyarakatnya mencintai wilayah dan turut andil menjaga wilayahnya, alangkah akan indah dan mudahnya menjaga perbatasan ini.

"Kami berpesan kepada masyarakat dan juga Camat tolong dijaga, kapasitas kekuatan rambat beton ini memang ada batas kemampuan, ini jangan dilewati oleh kendaraan overload, harusnya jalan ini bisa berjangka panjang. Jangan pada masanya rusak," jelasnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, terdapat banyak perkebunan masyarakat di Desa Sentaban khususnya perkebunan sawit sehingga masyarakat dan aparatur desa mesti mengatur kendaraan yang melewati jalan rambat beton tersebut.

"Karena kita lihat di sekeliling kita, sangat banyak perkebunan masyarakat khususnya kebun sawit. Nanti kapasitas itu nanti diterapkan silahkan diatur oleh masyarakat dan perangkat desa. Ataupun jenis kendaraan apa yang boleh melintas untuk jalan ini," harapnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved