400 Peserta Ikuti Pembinaan Lembaga Keagamaan se-Kota Pontianak

Dalam pembinaan keagamaan ini, lanjut Wako Edi, peserta diberikan pemahaman kepada lembaga ini untuk bagaimana agama bisa memberikan kebahagiaan dunia

TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Ratusan peserta ikuti pembinaan Lembaga keagamaan di aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Kantor Wali Kota Pontianak Kalimantan Barat, Senin 26 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebanyak 400 orang menerima pembinaan lembaga keagamaan dari Pemerintah Kota Pontianak bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak Kalimantan Barat di Aula Sultan Syarif Abdurrahman (SSA), Senin 26 September 2022.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, tujuan digelarnya pembinaan tersebut bermaksud untuk memberikan pemahaman bagi para pengurus lembaga keagamaan yang ada di Kota Pontianak.

Wako Edi menyebut, terdapat 6 agama di Kota Pontianak diantaranya ialah Islam, Budha, Katolik, Kristen, Konghucu dan Hindu.

Mayoritas masyarakat di Kota Pontianak ini kata Edi adalah muslim.

Dalam pembinaan keagamaan ini, lanjut Wako Edi, peserta diberikan pemahaman kepada lembaga ini untuk bagaimana agama bisa memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat bagi warga kota Pontianak dalam hal ini hidup bertoleransi, rukun, damai, saling membantu dan saling menghargai setiap kegiatan-kegiatan keagamaan.

"Ini yang kita sampaikan kepada mereka supaya tidak hanya memahami kitab sucinya masing-masing, tetapi bagaimana mengerti artinya dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari," ucapnya.

BESOK DPRD Kota Pontianak Akan Panggil Pelaksana Event Pesona Kulminasi

"Jika ini bisa diterapkan, maka pasti dampaknya akan sangat positif seperti contohnya kebersihan adalah bagian dari iman, jadi kita tidak akan membuang sampah sembarangan. Karena kebersihan dijadikan motto hidup kita, baik di rumah maupun di lingkungan kerja atau masyarakat," imbuhnya.

Adapun peserta yang mengikuti pembinaan Lembaga keagamaan se-kota Pontianak tahun 2022 ini ialah diperuntukkan bagi pengurus majelis taklim, masjid, pondok pesantren, TPA, TPQ, Gereja, Vihara, dan Ormas Katolik.

Menurut Wako Edi, lentingnya memberikan penguatan keagamaan, terkhusus bagi kalangan ibu-ibu, karena penduduk Kota Pontianak hampir 50 persen adalah perempuan.

"Ibu-ibu ini memiliki peranan yang sangat penting untuk kehidupan masyarakat, karena mereka yang lebih dekat dengan anak-anaknya sehingga bisa menerapkan ajaran agama dalam kehidupan sehari -hari," tuturnya.

Mejelis Taklim Lebih Berkualitas

Satu diantara peserta pembinaan dari kalangan perempuan adalah Uswatun Hasanah yang juga sebagai Ketua PAC Muslimat NU Pontianak Barat.

Ia merasa bersyukur lantaran bisa dapat pembinaan tersebut.

"Alhamdulillah sangat senang bisa ikut pembinaan ini. Saya berharap ini terus dilakukan," ucapnya.

Dirinya mengakui selain mendapatkan pembinaan beberapa kali dari Pemerintah. Dirinya juga sering mengadakan kumpulan majelis bersama jamaah majelis Muslimat di Pontianak Barat.

Hal tersebut ia katakan bertujuan agar majelis taklim dari kalangan perempuan ini bisa memiliki kemampuan yang mumpuni.

"Kedepannya bisa ada penambahan kuota bagi majelis taklim untuk mengikuti pembinaan seperti ini. Sehingga Majelis taklim di kota Pontianak bisa lebih berkualitas melalui pembinaan seperti ini," ungkapnya.

Ia mengakui, bahwa majelis taklim di Kota Pontianak Kalimantan Barat saat ini sudah berkembang pesat. Hanya saja kata dia perlu adanya upaya-upaya peningkatan dan keistiqamahan dalam meningkatkan kapasitas SDM. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved