Profil

Sosok Ryan Grantham, Aktor yang Tembak Mati Ibunya Hingga Sempat Ingin Bunuh Perdana Menteri Kanada

Dilansir dari people, Ryan Grantham telah mengakui kesalahannya karena membunuh ibunya, Barbara Waite (64).

Netflix
Aktor Ryan Grantham tega membunuh ibunya sendiri Barbara Waite (64) hingga berencana habiskan nyawa Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Industri perfilman Hollywood tengah dihebohkan dengan aktor Ryan Grantham yang membunuh ibunya sendiri.

Aktor Ryan Grantham yang dikenal karena aktingnya di film Diary of a Wimpy Kid dan Riverdale dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Dilansir dari people, Ryan Grantham telah mengakui kesalahannya karena membunuh ibunya, Barbara Waite (64).

Aktor berusia 24 tahun itu harus mendekam di penjara seumur hidup atas putusan Mahkamah Agung British Columbia di Vancouver pada hari Rabu 21 September 2022.

Meski begitu, belum diungkap motif dari Ryan Grantham membunuh ibunya sendiri itu.

Sosok Peramal Nostradamus yang Lagi Viral di Medsos Lengkap dengan Bukti-bukti Ramalannya

Nama Ryan Grantham pun menghiasi lini masa trending Twitter hari ini, Sabtu 24 September 2022.

Ryan Grantham lahir pada tahun 1998 kini berusia 24 tahun.

Ia adalah aktor blasteran berdarah Inggris dan Kanada.

Debut pertama Ryan adalah di film The Secret of the Nutcracker pada tahun 2007, berperan sebagai Billy.

Sejak itu ia sering dipanggil di berbagai acara TV dan film termasuk Supernatural dan Menjadi Redwood dengan peran terakhirnya pada tahun 2019 sebagai Jeffery Augustine di Riverdale.

Ryan Grantham lahir pada tahun 1998 dari pasangan Barbara Waite dan ayahnya di Squamish, British Columbia, Kanada.

Ia berlatih akting sejak kecil dan terdaftar di sekolah yang mengkhususkan diri dalam akting.

Siapa Mahsa Amini, Sosok Pemicu Kemarahan Wanita di Iran Sampai Demo Bakar Hijab

Ryan pun mulai bekerja di industri hiburan pada usia 9 tahun pada tahun 2007.

Pada Maret 2020, Ryan menembak ibunya yang berusia 64 tahun di kepala saat sedang bermain piano.

Sehari kemudian ia bertolak ke arah timur dengan mobilnya yang dikemas dengan 12 bom molotov, tiga senjata, amunisi, dan rencana untuk membunuh Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.

Namun, ia mengurungkan niat tersebut dan menyerahkan diri ke markas polisi Vancouver.

(*)

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved