Jaga Stabilitas Harga, Bulog Kalbar Gelontarkan 6500 Ton Beras Medium

BULOG Kalbar sudah menggelontorkan hampir 6.500 ton beras medium demi menjaga stabilitas harga agar tidak terjadi lonjakan kenaikan harga beras

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Rokib
Penerima program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) Beras Medium atau Operasi Pasar menggunakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dari Forum Bulog Kanwil Kalbar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Guna menjalankan fungsi menjaga stabilitas harga pangan khususnya beras, sepanjang tahun 2022 BULOG Kalbar telah melaksanakan program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) Beras Medium atau Operasi Pasar menggunakan Cadangan beras Pemerintah (CBP).

Terhitung dari awal tahun hingga minggu ke-3 September 2022 ini, Bulog Kalbar sudah menggelontorkan hampir 6.500 ton beras medium demi menjaga stabilitas harga agar tidak terjadi lonjakan kenaikan harga beras di pasaran.

Pasalnya, realisasi penyaluran KPSH di seluruh wilayah Kalimantan Barat, jumlahnya semakin meningkat selama tiga bulan terakhir. Tercatat hingga hari ini jumlah itu sudah mencapai hampir 6.500 ton. Memang pada September 2022 ini menjadi capaian tertinggi sepanjang tahun 2022, yaitu sebesar 1.941 ton.

Festival Dragon Boat Diharapkan Bisa Menjadi Event Pariwisata Kota Pontianak

Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kalbar Bambang Prihatmoko mengatakan, bahwa pihaknya sudah mengeluarkan instruksi ke seluruh jajaran BULOG wilayah Kalbar untuk memastikan program KPSH berjalan dengan lancar sepanjang tahun 2022 yang semakin dimasifkan jumlahnya untuk mencegah gejolak harga beras di tingkat konsumen. 

Pihaknya pun memastikan kepada masyarakat, bahwa ketersediaan beras masih terjamin.

“Masyarakat jangan khawatir, BULOG Kalbar menjamin kebutuhan beras tersedia di masyarakat dengan harga terjangkau, walau di pasaran ada sedikit kenaikan harga beras premium dikarenakan pengaruh faktor kenaikan harga BBM. Berdasarkan pemantauan, harga rata-rata beras medium di Kalimantan Barat Rp 9.750/kg, masih lebih rendah dua persen dibawah harga rata-rata Nasional," ungkap Bambang Prihatmoko di Pontianak Kalimantan Barat pada Sabtu 24 September 2022.

Lebih lanjut Bambang Prihatmoko menjelaskan, bahwa kegiatan KPSH atau Operasi Pasar CBP sepanjang tahun yang dilakukan BULOG Kalbar terbukti efektif bisa menjaga stabilitas harga beras medium di tingkat konsumen.

Hal tersebut kata dia, juga sebagai bentuk realisasi dari Tiga Pilar Ketahanan Pangan yang ditugaskan kepada Perum BULOG yaitu ketersediaan, keterjangkauan dan stabilitas.

“Yang menjadi fokus kami saat ini adalah stabilitas harga beras di masyarakat, untuk itu kami akan upayakan semaksimal mungkin pelaksanaan program stabilisasi tersebut tanpa ada unsur kepentingan apapun kecuali kepentingan rakyat, terlebih ditengah situasi seperti sekarang," jelasnya.

Bambang Prihatmoko kemudian menjelaskan BULOG Kalbar akan menggunakan seluruh instrumen yang ada untuk menjamin ketersediaan pangan, termasuk seluruh jaringan infrastruktur kantor dan gudang BULOG yang tersebar di seluruh Kabupaten wilayah Provinsi Kalbar.

"Kami pastikan juga bahwa seluruh saluran KPSH melalui jaringannya memenuhi kebutuhan beras medium di tingkat lokal. Penyaluran KPSH sampai ke konsumen juga dilakukan oleh mitra distributor, pedagang pengecer yang bekerjasama dengan BULOG Kalbar, dan juga outlet-outlet binaan BULOG seperti RPK (Rumah Pangan Kita) yang tersebar di seluruh daerah, serta beberapa jaringan lokal retail modern," ungkapnya.

Selain itu, Bambang Prihatmoko juga menerangkan, bahwa BULOG Kalbar terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun daerah untuk menjaga harga beras, terutama beras premium di tingkat konsumen agar tetap stabil. 

Koordinasi tersebut lanjutnya, diwujudkan dalam bentuk penyelenggaraan pasar murah bahan pangan pokok di pasar-pasar tradisional, baik di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kota Singkawang dan Kabupaten Sintang yang bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat

"Diharapkan kegiatan ini dapat mengantisipasi kemungkinan lonjakan harga yang dapat mempengaruhi tingkat inflasi," tukasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved