Dosen Untan Berikan Edukasi Fenomena Kulminasi Pada Kegiatan Outing Class di Tugu Khatulistiwa

“Dalam kegiatan ini pelajar mencoba memahami fenomena kulminasi di Kota Pontianak di area Tugu Khatulistiwa,” katanya.

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Muhammad Luthfi
Dosen Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Untan memberikan edukasi tentang fenomena kulminasi di Tugu Khatulistiwa, Kota Pontianak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dosen Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Untan memberikan edukasi tentang fenomena kulminasi di Tugu Khatulistiwa, Kota Pontianak.

Dosen Jurusan Fisika FMIPA Untan Muhardi mengatakan, edukasi ini disampaikan kepada para pelajar kota Pontianak yang berkunjung ke Tugu Khatulistiwa dalam rangka outing class sekolah.

“Untuk mengikuti rangkaian event pesona kulminasi yang diselenggearakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak. Pelajar yang berkunjung berasal dari TK, SD dan SMP yang berada di sekitar area Tugu Khatulistiwa,” jelasnya, Sabtu, 24 September 2022.

Dijelaskan Muhadi, outing class merupakan kegiatan belajar mengajar pelajar sekolah yang diadakan di luar kelas, sehingga proses belajar mengajarnya tidak dilakukan di dalam kelas pada umumnya.

Baca juga: Ikut Jejak Sang Ayah Aktif Pramuka Sejak Umur 5 Tahun, Restu Nissa Hafiza Ingin Promosikan Indonesia

“Dalam kegiatan ini pelajar mencoba memahami fenomena kulminasi di Kota Pontianak di area Tugu Khatulistiwa,” katanya.

Lebih lanjut Muhadi menjelaskan “Kota Pontianak merupakan salah satu kota di Indonesia yang dilewati garis khatulistiwa, sehingga mengalami peristiwa kulminasi dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan maret dan September, tanggal 21 – 23. Pada saat tanggal tersebut dikenal juga dengan sebutan hari tanpa bayangan,” ungkapnya.

Muhadi menyebut pengunjung sangat antusias mendengarkan pemaparan yang disampaikan oleh Dosen Juruan Fisika.

Selain itu Muhadi menambahkan, disediakan juga teleskop yang disiapkan oleh Jurusan Fisika bagi para pengunjung untuk mengamati posisi matahari pada saat terjadi kulminasi.

“Selain itu juga diperlihatkan simulasi posisi matahari dan bumi menggunakan Stellarium Web Online untuk memperjelas terjadinaya fenomena kulminasi di Kota Pontianak,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved