Agus Sutomo Nilai Secara Umum Hutan di Kalbar Sudah Mulai Berkurang Habis oleh Industri Ekstraktif

Direktur Teraju Indonesia Agus Sutomo mengatakan sebagian wilayah Kalimantan Barat masih ada yang utuh dan terjaga oleh masyarakat lokal. 

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Direktur Teraju Indonesia Agus Sutomo 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Direktur Teraju Indonesia Agus Sutomo mengatakan secara umum hutan yang terdapat di Kalimantan Barat disebabkan oleh industri ekstraktif Sumber Daya Alam yang masuk ke Kalimantan Barat

"Secara umum sebenarnya hutan yang ada di Kalimantan Barat sendiri, sudah menyusut dan berkurang habis dikarenakan oleh industri ekstraktif Sumber Daya Alam yang masuk ke Kalbar di dalam kawasan hutan juga terdapat izin-izin tersebut, "kata Agus Sutomo saat di konfirmasi Sabtu, 24 September 2022.

Kendati demikian ia juga menjelaskan bahwasannya sebagian wilayah Kalimantan Barat masih ada yang utuh dan terjaga oleh masyarakat lokal. 

Kapolres Bengkayang Patroli dan Cek Hutan Lindung Gunung Bawang

"Sebagian wilayah memang masih utuh, terutama yang berada di wilayah-wilayah masyarakat adat atau masyarakat lokal yang memang masih menjaga sumber daya alam dalam hal ini hutan, "terangnya.

Dengan adanya keberadaan masyarakat lokal yang masih menjaga hutan disebagian wilayah dan memiliki hubungan yang kuat dengan alam sehingga wilayah tersebut masih terjaga. 

"Karena masyarakat lokal kita masih memiliki hubungan yang sangat kuat dengan alam sehingga tidak sporadis kemudian menjadikan alam dalam hal ini hutan untuk di konversi dalam bentuk ekonomi, "terangnya.

Di sisi lain ia juga menambahkan kondisi hutan yang ada di Kalimantan Barat sudah terkonversi oleh industri-industri ekstraktif yang mendapatkan izin baik dari pemerintah pusat tentang izin pertambangan skala besar kemungkinan HPH juga izin perkebunan sawit yang lewat pemerintah daerah atau Kabupaten. 

"Semisalnya contoh untuk pertambangan boksit kemudian perkebunan kayu, kemudian juga di kawasan hutan lindung bisa HPH begitu yang juga sampangan dalam menebang kemudian pelepasan kawasan hutan untuk perkebunan sawit skala besar, "katanya.

"Jadi secara umum sebenarnya kondisi hutan yang ada di Kalbar itu sudah banyak terkonversi oleh industri-industri ekstraktif yang ada di Kalbar yang mendapatkan izin baik dari tingkatan pemerintah pusat kemudian izin pertambangan skala besar kemudian HPH, dan izin perkebunan sawit yang lewat pemerintah daerah atau Kabupaten, "tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved