Pemilu 2024

Webinar Perindo, Pengamat Politik Sebut Tingkat Partisipasi Masyarakat Terhadap Parpol Masih Rendah

Adapun tema Webinar tersebut beremakan Beban Berat Mewujudkan Pemilu Berkualitas dan Bermartabat.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Adi Prayitno - Direktur Eksekutip Parameter Politik membeberkan jika saat ini pandangan masyarakat terhadap Parpol masih rendah, hal itu diungkapkannya pada saat menjadi salah satu pembicara dalam Webinar mingguan Partai Perindo pada Jumat 23 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno menilai tingkat partisipasi masyarakat di Partai Politik cukup rendah.

Hal tersebut terungkap berdasarkan Hasil Survei yang dilakukan Parameter Politik saat menggali pandangan masyarakat terhadap Partai Politik.

"Partai politik yang justru perannya penting dalam sistem demokrasi kita ini, justru sepi peminat, Hanya ada sekitar 10 persen masyarakat yang merasa dirinya dekat dan menjadi bagian dari partai politik," jelas Adi saat memaparkan pandangannya dalam Webinar Mingguan Partai Persatuan Indonesia, Jumat 23 September 2022 dilansir dari Partaiperindo.com

Adapun tema webinar tersebut beremakan Beban Berat Mewujudkan Pemilu Berkualitas dan Bermartabat.

Pembicara lain yang hadir dalam Webinar tersebut seperti Rektor Universitas Sanata Dharma, Albertus Bagus Laksana SJ, beserta Wakil Ketua Umum DPP Partai Perindo yang juga Mantan Komisioner KPU RI Ferry Kurnia Rizkiyansyah.

Info Lembaga Survei, Charta Politika Indonesia Temukan Elekttabilitas PDIP Teratas September 2022

Adi mengungkapkan kondisi tersebut menjadi aneh lantaran Partai Politik memiliki kewenangan besar dalam pengaturan politik negara hingga sekarang.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri  Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut menilai, hal ini menjadi kabar buruk bagi sistem demokrasi Indonesia.

"Ironisnya, orang yang merasa berpartai malah cukup rendah. Padahal di tengah rezim kita yang dikuasai oleh partai politik, orang malah sedikit alergi untuk menjadi bagian dari itu," ujarnya.

Hal ini menunjukkan bahwa peran Partai Politik sebagai bentuk kuasanya para elite di negara dalam bentuk yang berbeda.

 "Kan sudah jelas semua regulasi dan kebijakan negara adalah produk-produk yang 100 persen merupakan perwakilan partai politik. Jadi suka atau tidak suka, negara ini dikuasai oleh partai politik," kata Adi.

 Ia pun menggarisbawahi bahkan dalam pencapresan hanya bisa dilakukan oleh partai politik.

Menurutnya, itu hanyalah salah satu bentuk betapa kuatnya Partai Politik.

"Jadi siapa pun yang memiliki kriteria yang berintegritas, memiliki kemampuan memimpin, atau memiliki kapasitas sebagai presiden tetapi tidak didukung oleh partai politik, ya tidak akan pernah bisa," jelas Adi. (*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved