KPID Kalbar Berharap Perda Dapat Mengeluarkan Peraturan Regulasi Lokal Dalam Penyiaran Daerah

"Dan jika disiarkan dan dipublish pada jam-jam primetime, Itu akan mengangkat kasana lokal terkait, itu hanya bisa dilakukan melalui regulasi di Perda

TRIBUNPONTIANAK/FERLIANUS TEDI YAHYA
Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Deddy Malik bersama anggotanya jalin silaturahmi dan mengunjungi kantor Tribun Pontianak, pada hari Jumat, 23 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Deddy Malik berharap Peraturan Daerah dapat mengeluarkan aturan dalam memanfaatkan Sumber Daya Lokal, seperti yang sudah diterapkan di Jogja.

"Contoh sederhana, salah satunya yang sudah menggunakan Perda seperti di Jogja itu ada konten lokal yang mewajibkan menggunakan bahasa daerah setempat, "katanya saat berkunjung ke kantor Tribun Pontianak pada hari Jumat, 23 September 2022.

Dengan adanya Peraturan Daerah dengan sentuhan nuansa lokal ia juga mengatakan akan membuat lembaga penyiaran semakin tertantang dan akan menimbulkan kewajiban yang sifatnya wajib.

"Dan jika disiarkan dan dipublish pada jam-jam primetime, Itu akan mengangkat kasana lokal terkait, itu hanya bisa dilakukan melalui regulasi di Perda sehingga ada kewajiban yang sifatnya wajib bagi lembaga penyiaran untuk mengembangkan budaya lokal dalam hal ini Kalbar, itu salah satu contohnya Perda yang diharapkan, "jelasnya.

Deretan Prestasi Restu Nissa Hafiza, Wakili Pramuka Indonesia Dalam Youth Exchange Program India

Di sisi lain ia juga mengatakan pentingnya Perda tersebut juga diharapkan dapat dilakukan penyerapan terhadap SDM lokal sehingga dapat berkontribusi dalam menyampaikan siaran-siaran lokal.

"Pentingnya Perda itu pastinya ada beberapa hal, yang pertama tentunya penyerapan SDM, dengan adanya Perda otomatis lembaga penyiaran yang ada kaitannya dengan Kalbar akan mempunyai kewajiban untuk merekrut SDM lokal, "katanya.

Dengan adanya Sumber Daya Manusia lokal akan mempermudah dalam penyampaian konten lokal dan lebih detail.

"Kemudian disisi konten sendiri otomatis akan lebih terekspos lebih maksimal konten lokal karena SDM dari lokal mereka lebih tau dan lebih detail, sehingga potensi dari Kalbar sendiri bisa di repost maksimal bahkan di pentas nasional maupun dunia, "terangnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved