Cara Urus Sertifikat Tanah Gratis? Begini Aturan Buat Sertifikat Tanpa Biaya!

Banyak orang yang kemudian tanahnya tidak dibuatkan sertifikat mengingat biaya yang dikeluarkan untuk menerbitkan Sertifikat Tanah tidak sedikit.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
ILUSTRASI-Sertifikat tanah dibuat dengan dua cara, cara pertama dibuat langsung melalui jasa PPAT dan cara kedua dibuat dan diajukan secara gratis melalui program PTSL, berikut ini merupakan artikel tentang panduan pembuatan sertifikat tanah secara gratis berdasarkan Instruksi Presiden Jokowi Nomor 2 Tahun 2018. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Sertifikat Tanah merupakan dokumen berharga yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional ( BPN ), Sertifikat Tanah sebagai bentuk Legalitas dalam hal pengusaan atas sebidang tanah milik seseorang.

Banyak orang yang kemudian tanahnya tidak dibuatkan sertifikat mengingat biaya yang dikeluarkan untuk menerbitkan Sertifikat Tanah tidak sedikit.

Biaya-biaya ini dikeluhkan mulai dari biaya di PPAT atau Notaris hingga biaya pengukuran dan transfortasi menuju lokasi.

Sebenarnya untuk menerbitkan Sertifikat Tanah terdapat dua cara yang bisa dilakukan.

Pertama adalah melalui jasa Notaris yang tentunya akan dikenakan biaya kepada pemilik ( Pemohon ) sesuai dengan kesepakatan kedua pihak.

Cara Urus Sertifikat Tanah yang Hilang? Segini Rincian Biaya Ganti Sertifikat Tanah Lewat BPN!

Pada artikel ini kami akan menjelaskan bagaimana pengurusan sertifikat tanah dengan cara kedua, yaitu dengan ikut program sertifikat tanah gratis.

Pembuatan sertifikat tanah gratis ini merupakan program yang dinstuksikan oleh presiden Jokowi melalui Inpres Nomor 2 Tahun 2018 dan program ini direncanakan akan berlangsung hingga 2025 mendatang.

Program sertifikat Tanah gratis disebut dengan Pendaftaran Sertifikat Sistematis Lengkap ( PTSL ).

Langkah-langkah mengurus sertifikat tanah gratis ini cukup mudah yaitu masyarakat hanya perlu mengurus langsung ke BPN dengan membuat pengajuan tanah yang akan didaftarkan.

PTSL merupakan proses pendaftaran tanah untuk pertama kali, yang dilakukan secara serentak dan meliputi semua obyek pendaftaran tanah yang belum didaftarkan di dalam suatu wilayah desa atau kelurahan atau nama lainnya yang setingkat dengan itu.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved