Sekwil PKB Kalbar, Hery Sematkan Pontianak Kota Penghulu Waktu

ekretaris Wilayah (Sekwil) DPW PKB Kalbar Hery Arianto, S.Pd.I mengatakan apresiasi harus datang dari berbagai pihak terkait fenomena kulminasi

Penulis: Imam Maksum | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sekretaris Wilayah (Sekwil) DPW PKB Kalbar Hery Arianto, S.Pd.I 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Sekretaris Wilayah (Sekwil) DPW PKB Kalbar Hery Arianto, S.Pd.I mengatakan apresiasi harus datang dari berbagai pihak terkait fenomena kulminasi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Menurut Hery Arianto peristiwa kulminasi langka dan tak semua tempat dapat melaksanakannya.

"Fenomena kulminasi matahari di Kota Pontianak, Kalimantan Barat yang selama ini terus diperingati tentunya harus diapresiasi oleh berbagai pihak mengingat peristiwa langka ini tidak setiap hari terjadi. Bahkan, menurut dia, tidak semua tempat bisa melaksanakannya," katanya kepada Tribun Pontianak, Kamis 22 September 2022.

Kapolres Sambas Pimpin Sertijab Pejabat Utama dan Kapolsek

 Dia mengatakan kulminasi terjadi tidak di semua tempat. Hanya di Kota Pontianak, kata dia, merupakan kota yang tepat dilalui oleh garis Khatulistiwa di posisi 0 derajat.

Selain itu, lebih lanjut dia menginginkan setiap 21-23 Maret dan 21-23 September juga diadakan Festival Wal 'Asri atau Festival Demi Waktu atau Massa.

"Berbagai acara telah dilakukan, namun saya selaku Sekretaris Wilayah (Sekwil) PKB Kalimantan Barat mengharapkan agar setiap tanggal 21 Maret hingga 23 Maret dan September juga diadakan Festival Wal ‘Asri atau Festival Demi Waktu/Masa," ucapnya.

Alasannya, menurut dia, sebab peristiwa kulminasi matahari adalah juga peristiwa waktu. Di saat kulminasi itulah waktu menemukan presisinya yang sangat akurat. Bagi umat Islam mengenai waktu diabadikan dalam surat Al-‘Ashr. 

"Selain penemuan presisi waktu itu saat kulminasi, juga menjadi waktu yang tepat pula untuk melakukan do’a bersama atau Istighozah, untuk mendokan segenap insan agar lebih sejahtera dan terhindar dari berbagai bencana yang dapat menyebabkan malapetaka bagi manusia," ujarnya.

Dia menambahkan, dengan akan selalu diselenggarakannya peristiwa kulminasi yang menandai presisi waktu sedunia, tentu tak berlebihan jika menyebut Kota Pontianak sebagai Kota Penghulu Waktu.

"Tak berlebihan kalau saya memberi istilah Pontianak sebagai Kota Penghulu Waktu atau Shahibul ‘Ashr. Semoga kedepannya Kota Pontianak dapat terus tumbuh dan menjadi kota yang paling layak huni bagi warganya," ujarnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved