Pemkot Pontianak Sabet Penghargaan dari Menkeu Sri Mulyani Atas Perolehan WTP Lebih dari 10 kali

Wawako Bahasan menerangkan, bahwa penghargaan yang diterima dari pemerintah pusat ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada pemerintah

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyerahkan trofi penghargaan atas capaian opini WTP minimal 10 kali berturut-turut atas laporan keuangan pemerintah daerah tahun 2012-2021 kepada Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan di Jakarta. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -Pemerintah Kota Pontianak meraih  11 kali berturut-turut Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Pemerintah Republik Indonesia. 

Trofi penghargaan atas capaian opini WTP minimal 10 kali berturut-turut untuk laporan keuangan pemerintah daerah dari tahun 2012 hingga 2021 diserahkan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan pada Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Indonesia, Kamis 22 September 2022.

Setelah menerima penghargaan itu, Wawako Bahasan menerangkan, bahwa penghargaan yang diterima dari pemerintah pusat ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang telah menyampaikan laporan keuangannya dan mendapat predikat WTP minimal 10 kali berturut-turut. 

Wapres RI Enggan Jawab Pertanyaan Wartawan di Pontianak Tentang Pemekaran Provinsi Kapuas Raya

"Alhamdulillah predikat WTP yang disandang Kota Pontianak sudah lebih dari 10 kali, artinya laporan keuangan yang disampaikan sudah berbasis akrual, transparan dan akuntabel," ujarnya.

Menurutnya, capaian WTP ini juga merupakan apresiasi atas kinerja seluruh jajaran lingkup Pemkot Pontianak yang telah bekerja keras untuk menyajikan laporan keuangan secara akrual, transparan dan akuntabel. 

"Semoga dengan penghargaan ini menjadi penyemangat kita untuk menyajikan laporan keuangan lebih baik lagi sesuai dengan standar keuangan negara," kata Bahasan.

Hasil dari audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hal yang ditekankan di antaranya adalah ketelitian dalam penyajian laporan keuangan, tepat waktu dan lebih terencana.

Hal ini dikatakan Bahasan supaya tidak terjadi kesalahan-kesalahan dalam pertanggungjawaban laporan keuangan.

"Harapan kita laporan keuangan ini kualitasnya terus meningkat," tuturnya.

Bahasan menambahkan, menyandang predikat WTP, bukan berarti puas dengan hasil yang telah dicapai, sebab masih ada catatan dari BPK yang harus terus ditindaklanjuti sebagai bagian dari komitmen sebagai pengelola keuangan negara di daerah. 

"Untuk itu, kita terus berupaya memperbaiki kualitas pengelolaan keuangan serta perbaikan perencanaan anggaran," pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved