Dinas Sosial Kabupaten Kubu Raya Lakukan Upaya Verifikasi Data Kelayakan PBI APBN

Ia juga mengatakan beberapa Masyarakat juga masih kurang kesadaran dengan adanya bantuan BPJS Kesehatan yang tepat sasaran.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferlianus Tedi Yahya
Sub Koordinator Perlindungan dan Jaminan Sosial, Betti saat ditemui di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Kubu Raya pada hari Kamis, 22 September 2022. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Sub Koordinator Perlindungan dan Jaminan Sosial Betti mengatakan kuota Kabupaten Kubu Raya sudah penuh bahkan lebih dan sedang melakukan verifikasi kelayakan sehingga tepat sasaran.

Dari 611,223 jumlah penduduk Kab. Kubu Raya yang terdaftar di BPJS Kesehatan ada 474,212 jiwa dan terbagi kedalam lima segmantasi, salah satunya segmen PBI APBN tercatat 236,532 jiwa yang ditangani langsung oleh Dinas Sosial Kabupaten Kubu Raya.

"Yang kami tangani disini adalah APBN yang di tanggung oleh Pemerintah Pusat, atau Kementrian Sosial, kalau untuk peningkatan Kabupaten sebenarnya sudah penuh bahkan melebihi," kata Betti saat ditemui pada hari Kamis, 22 September 2022.

Tercatat 77,58 Persen Warga Kubu Raya Terdaftar di BPJS Kesehatan

Dikarenakan masih terdapat beberapa data yang harusnya membayar iuran secara mandiri namun masih ditanggung oleh Pemerintah Pusat.

"Upaya kami adalah melakukan verifikasi kelayakan kedepannya, supaya yang benar-benar tidak mampu dan yang tidak tercover disini bisa kita ajukan kembali, itu salah satu upaya yang kami lakukan, "katanya.

Ia juga mengatakan beberapa Masyarakat juga masih kurang kesadaran dengan adanya bantuan BPJS Kesehatan yang tepat sasaran.

"Tujuan kita sekarang bagaimana bantuan ini bisa tepat sasaran, artinya yang benar-benar tidak mampu itulah yang mendapatkan dan untuk yang mampu tolonglah kesadarannya untuk melakukan pembayaran secara mandiri, sehingga mereka yang tidak mambu bisa kita naikkan, "katanya.

Di sisi lain ia juga mengatakan data PBI yang dimiliki sudah diterima secara valid namun tetap melakukan validasi data, juga melakukan koordinasi dengan pihak-pihak dukcapil.

"Data kita selalu update setiap bulannya, namun memang tidak kita pungkiri untuk saat ini masih ada yang belum melaporkan kepada dukcapil untuk anggota keluarga yang meninggal, sehingga di PBI namanya masih terdaftar, "katanya.

Ia juga mengaku sudah melakukan sosialisasi dan saran secara langsung terkait data PBI dan berharap kesadaran masyarakat untuk segera melaporkan kepada kantor dukcapil jika terdapat anggota keluarga yang sudah meninggal. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved