Daging Sapi Langka, Ahli Gizi Sarankan Masyarakat Beralih Mengkonsumsi Ikan

Oleh karenanya untuk memenuhi kebutuhan protein pada tubuh manusia sesuai dengan angka kecukupan gizi, dianjurkan pada orang dewasa untuk mengkonsumsi

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Dok. Herkulana Farida
Ahli Gizi Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Herkulana Farida. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ahli Gizi Dinas Kesehatan Kota Pontianak Herkulana Farida, memberikan tanggapannya terkait dengan langkanya stok daging sapi segar/lokal di Kota Pontianak ini.

Ia mengatakan, bahwa daging sapi merupakan salah satu dari sekian banyak sumber protein hewani yang sangat penting untuk perkembangan tubuh manusia.

"Daging sapi merupakan salah satu sumber protein hewani selain sumber hewani lainnya seperti ikan, telur, ayam dan pangan hewani lainnya," ucapnya. Kamis, 22 September 2022.

"Protein merupakan salah satu zat gizi makro yang memang dibutuhkan tubuh setiap hari. Protein sebagai sumber zat pembangun berperan penting dalam proses pembentukan sel-sel tubuh maupun regenerasi sel," lanjutnya menjelaskan.

Oleh karenanya untuk memenuhi kebutuhan protein pada tubuh manusia sesuai dengan angka kecukupan gizi, dianjurkan pada orang dewasa untuk mengkonsumsi sumber protein hewani antara 55-65 gram setiap harinya.

"Kebutuhan protein dalam sehari sesuai angka kecukupan gizi yang dianjurkan akan berbeda untuk setiap kelompok umur maupun jenis kelamin, namun rata-rata untuk kebutuhan orang dewasa antara 55 - 65 gram /hari," ucapnya.

Krisis Daging Sapi Lokal, Pemerintah Sarankan Daging Sapi dan Kerbau Beku

"Untuk memenuhi kebutuhan protein tersebut bisa mengkonsumsi 2 potong daging ukuran sedang Porsi dalam sehari atau kurang lebih 70 gram sehari," lanjutnya menjelaskan.

Melihat situasi saat ini, kondisi daging sapi segar yang sangat langka di Kota Pontianak, Herkulana menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu terlalu khawatir untuk mencukupi kebutuhan protein sehari-hari.

Seperti yang telah ia jelaskan di atas, daging sapi bukan merupakan sumber protein hewani satu-satunya. Masih banyak sumber protein hewani lainnya seperti telur, ikan, ayam, dsb.

Justru sebaliknya, menurutnya dengan mengkonsumsi daging sapi secara terus-menerus, malah akan menimbulkan resiko lain karena daging sapi memiliki kandungan kolesterol yang tinggi.

"Ketika daging langka, masih banyak alternatif pengganti untuk memenuhi kebutuhan protein tubuh, justru banyak konsumsi daging malah lebih banyak risiko ke masalah kesehatan karna cukup tinggi juga kandugan kolesterolnya," ucapnya.

untuk mencukupi kebutuhan protein hewani pada tubuh, Ia menyarankan masyarakat Kota Pontianak dapat beralih dengan mengkonsumsi Ikan.

Sebab ikan memiliki sumber protein hewani yang lebih baik dari pada daging sapi. Selain itu, ketersediaan Ikan juga lebih mudah untuk didapat dengan harga yang jauh lebih murah daripada daging sapi.

"Sumber pangan hewani yang juga lebih baik dikonsumsi antara lain ikan. Disamping lebih murah ikan juga mengandung asam lemak tak jenuh dan asam lemak omega 3 yang bermanfaat bagi kesehatan," ucapnya.

"Jadi kesimpulannya daging bukan satu-satunya pangan hewani yang dibutuhkan tubuh. Masih banyak alternatif lain yang bisa dipilih, dengan semakin beragam konsumsi pangan kita maka akan semakin baik dalam memenuhi kebutuhan gizi tubuh. Namun tetap berpedoman pada gizi seimbang dan sesuai porsi yang dibutuhkan," tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved